2023-03-16

Taiwan Akan Mengenakan Biaya Fasilitas Kepada Penumpang Yang Transit Sebesar NT$500 Mulai 31 Maret

Foto diambil dari : Focus Taiwan

Penumpang udara yang transit di bandara Taiwan akan diminta untuk membayar biaya fasilitas NT$500 (US$16,30) per orang mulai 31 Maret, Kementerian Perhubungan dan Komunikasi (MOTC) mengumumkan Selasa.

Biaya tersebut akan ditagih oleh perusahaan penerbangan atas nama pemerintah, baik sebagai bagian dari tiket pesawat atau di bandara - kata MOTC, menambahkan bahwa penumpang yang akhirnya tidak transit dapat mengajukan pengembalian uang penuh.

Han Chen-hua (韓振華), wakil kepala Departemen Navigasi dan Penerbangan MOTC, mengatakan pemerintah memutuskan untuk membebankan biaya tersebut menyusul meningkatnya biaya operasional akibat pandemi COVID-19 dan meningkatnya jumlah proyek konstruksi di bandara.

Di bawah kebijakan baru, Taiwan dapat mengumpulkan biaya fasilitas hingga NT$550 juta tahun ini karena diperkirakan akan ada sekitar 1,2 juta penumpang transit asing pada tahun 2023, kira-kira 6 persen dari total penumpang.

Sebagian besar uang akan masuk ke Bandara Internasional Taiwan Taoyuan, karena menangani sekitar 99 persen penumpang transit.

Biaya tersebut juga sejalan dengan standar global, kata Han, mengutip kebijakan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional tentang biaya untuk layanan bandara dan navigasi udara.

Beberapa bandara acuan di wilayah tersebut, seperti Bandara Internasional Hong Kong, Bandara Internasional Narita di Jepang, Bandara Incheon di Korea Selatan, dan Bandara Changi Singapura, semuanya telah mulai membebankan biaya penggunaan bandara kepada penumpang transit, menurut MOTC.

Biaya yang mereka kenakan, dikonversi menjadi NTD, adalah sekitar NT$925, NT$250, NT$360 dan NT$200, katanya.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

130NT

SKIN CARE 保養品

129NT

STYLE

199NT

STYLE

150NT

STYLE

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...