Sumber Foto diambil dari CNA.
Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei.
Pada kontrak kerjanya hanya tertera menjaga orang tua, tetapi kenyataannya ia juga dipekerjakan di kebun mencari rebung dan bekerja di ladang. Satu minggu empat kali di ladang, ia harus menanam sayur, menggemburkan tanah dengan cara mencangkul, mencabut rumput, memberi pupuk, dan menyiram sayur-sayuran. Ia memutuskan untuk melapor karena capek dan diberi makan tidak layak hanya semangkuk kecil sayur dan tahu, tidak ada nasi. Dikarenakan keluarga sang nenek adalah vegetarian, jadi Nina hanya diberi makan sayur dan tahu dengan porsi kecil, kadang diberi semangkuk nasi kecil, tetapi harus dibagi dua dengan nenek.
Ia menyampaikan bahwa kasusnya sebelumnya sudah dilaporkan pada agensi dan agensi berjanji untuk menjemputnya. Namun agensi mengatakan untuk menunggu 2 bulan. Selang 2 bulan berlalu, ia belum kunjung dijemput oleh agensinya dan ia tetap dipekerjakan dengan job ganda sebagai perawat dan petani. Akhirnya ia memutuskan menghubungi 1955. Depnaker meminta agensi untuk menjemputnya. Agensi pun membawanya ke mes. Namun, saat berada di mes, ia tak mampu membayar karena agensi meminta bayaran sejumlah NT$300 per hari.
Ia tak punya uang cukup, gajinya selama ini hanya menerima NT$20.000 dan harus dipotong bank lokal serta biaya agensi. Hanya tersisa NT$9.000 untuk dikirim ke keluarga di Indonesia. Ia pun menuturkan keberatan jika harus membayar agensi setiap hari untuk tempat tinggalnya.
Ia memutuskan melaporkan hal tersebut kepada GANAS. Pada Senin (5/1) GANAS membawanya ke rumah singgah atau shelter (Taiwan International Workers Association) TIWA di Taoyuan. Kini, ia merasa tenang karena ia telah berganti agensi. Agensi barunya juga telah memberikan majikan baru.







