2025-04-11

Seorang Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong di Chiayi

Foto diambil dari Kepolisian Chiayi.

Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi mengatakan bahwa autopsi terhadap bayi laki-laki baru lahir yang memiliki berat 2,523 kilogram yang meninggal di rumah kosong dilakukan pada Rabu (9/4). Hasil autopsy menemukan bahwa bayi tersebut tidak menderita penyakit bawaan.

Seperti yang dilansir dari CNA, seorang bayi baru lahir yang ditemukan tewas di depan sebuah rumah kosong di Kelurahan Budai, Kabupaten Chiayi pekan lalu ternyata masih hidup saat ditinggalkan, sementara penyebab pasti kematian masih sedang dikonfirmasi, kata kejaksaan.

Hasil laporan toksikologi dan pemeriksaan mikroskopis diperlukan untuk menentukan penyebab kematian, kata kantor tersebut.

Kejaksaan mengatakan bahwa ibu bayi dan suaminya, yang sedang dipenjara, telah memiliki seorang anak perempuan berusia satu tahun, yang dititipkan kepada orang tuanya di Budai sementara sang ibu bekerja di Taiwan selatan untuk menghidupi keluarga.

Pada Juli tahun lalu, sang ibu mengetahui bahwa dirinya kembali hamil dan pulang ke rumah orang tuanya di Budai. Ia mencoba menyembunyikan kehamilan itu dan tidak menjalani pemeriksaan kehamilan sama sekali, menurut kejaksaan.

Kejaksaan menyatakan bahwa pada 29 Maret, ia melahirkan seorang bayi laki-laki, dan karena tidak tahu harus berbuat apa, ia membawa bayi itu ke sebuah rumah kosong di sekitar lokasi dan meninggalkannya di sana.

Beberapa waktu kemudian, ia kembali ke rumah tersebut pada malam hari dan menemukan bayinya telah meninggal dunia. Ia kemudian membersihkan tubuh bayi itu dan menaruhnya di dalam sebuah kotak kardus di depan rumah tersebut. Bayi itu dilaporkan ke polisi dan ditemukan pada 2 April. Polisi menangkap sang ibu keesokan harinya.

Kejaksaan saat itu mengajukan permohonan penahanan terhadap sang ibu, dengan alasan ia mungkin mencoba melarikan diri dan juga demi keselamatannya sendiri, mengingat kondisi emosionalnya yang tidak stabil saat diperiksa.

Namun, Pengadilan Distrik Chiayi menolak permohonan tersebut, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan sang ibu yang buruk serta ikatan kuat dengan anak dan orang tuanya, sehingga dianggap tidak berisiko melarikan diri.

Pengadilan juga mencatat bahwa sang ibu telah mengaku selama pemeriksaan dan bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pada umumnya melarang penahanan terhadap ibu yang baru melahirkan dalam dua bulan terakhir, kecuali benar-benar diperlukan.

Pengadilan memerintahkan pembebasan tanpa jaminan.

Dalam pernyataannya pada Rabu, kantor kejaksaan mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mendakwa ibu tersebut dengan tuduhan penelantaran yang mengakibatkan kematian, yang dapat dikenai hukuman penjara antara 7 tahun hingga seumur hidup.

Bergantung pada hasil pemeriksaan mengenai keadaan seputar kematian bayi, ibu tersebut juga dapat dikenai tuduhan menyebabkan kematian anak "Dalam keadaan tidak dapat dihindari" segera setelah melahirkan, yang diancam hukuman penjara 6 bulan hingga 5 tahun, kata kejaksaan.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

95NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品

95NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品

110NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

310NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

Berita Terbaru Lainnya

Perdana Menteri Menjamin UMR Taiwan akan Melebihi NT$30.000 Tahun Depan

Sembilan dari 10 pekerja migran yang mendapat penghargaan tahun ini hadir langsung dalam upacara Penghargaan Pekerja Teladan Nasional di Taipei pada hari Rabu. Foto diambil dari CNA. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan pada hari Rabu 29 April bahwa ia menjamin upah minimum bulanan Taiwan...

Seorang Pria Mandi di Kereta Lokal dan Menyebabkan Banjir di Gerbong

Foto diambil dari otoritas setempat. Seorang pria didenda karena mandi di kamar mandi kereta lokal Taiwan Railway Corp. pada hari Minggu 26 April, menyebabkan air tumpah ke dalam gerbong dan menyebabkan banjir. Seperti yang dilansir dari CNA, Focus Taiwan, kantor Polisi Kereta Api Taipei mengatak...

PMI Kaburan Melahirkan Bayi Kembar Prematur, Butuh Biaya NT$2,5 Juta

Foto diambil dari CNA dan Indosuara. Seorang pekerja migrant Indonesia (PMI) sebut saja Ninik (nama samara) harus menanggung beban biaya sebesar NT$2,5 juta untuk biaya persalinan kedua anak kembarnya yang lahir prematur. Tak hanya itu saja, bayi perempuannya harus dioperasi jantung dan kedua bayi...