Sebanyak 14 Orang Dinyatakan Lulus Seleksi PPLN di Taiwan

27 Januari 2023

Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei telah merampungkan proses seleksi Calon Anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk PEMILU 2024. Dari hasil wawancara dan seleksi yang dilakukan kemarin, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei telah menetapkan sebanyak 14 (Empat Belas) orang yang dinyatakan lulus dan lolos ke tahapan pengusulan ke KPU.

“Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei,” demikian mengutip pengumuman yang disampaikan KDEI melalui akun Facebook-nya.

Dalam laporan itu, dinyatakan juga bahwa keputusan ini didasarkan pada Berita Acara Nomor 02/KA/KDEI/BA/1/2023 tanggal 26 Januari 2023. Ini mencakup pada tahapan wawancara Calon Anggota PPLN yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 sampai dengan 25 Januari 2023 secara daring bertempat di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei. Jumlah Calon Anggota PPLN yang mengikuti tahapan seleksi wawancara adalah 35 (Tiga Puluh Lima) orang.

“Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei menetapkan hasil seleksi wawancara Calon Anggota PPLN untuk Pemilu Tahun 2024 sebanyak 14 (Empat Belas) orang dinyatakan lulus dan lolos pada tahapan selanjutnya, serta 21 (Dua Puluh Satu) orang dinyatakan tidak lulus. Adapun data Calon Anggota PPLN yang dinyatakan lulus adalah sebagaimana terlampir,” tulis KDEI dalam surat itu.

Calon Anggota PPLN yang dinyatakan lulus pada tahapan sebagaimana dimaksud, menghubungi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Demikian pengumuman ini disampaikan, untuk diketahui,” tulis KDEI.

PPLN (Panitia Pemilu Luar Negeri) adalah panitia pemilihan umum yang bersifat adhoc (sementara) dan dibentuk oleh KPU untuk menyelenggarakan pemilu Indonesia di luar negeri. Detail tugas dan wewenang PPLN Pemilu 2024 diatur dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2023.

Secara umum, PPLN bertugas untuk membantu Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan pemilihan umum di negara-negara luar yang menjadi tempat bermukim WNI. Tujuan pembentukan lembaga ini ialah melayani WNI di luar negeri untuk mengikuti pemungutan suara dalam pemilu.