Foto: RTI
Indosuara -- Beberapa tahun terakhir di Taiwan sering terjadi penipuan dengan kedok pengiriman paket online. Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, modus pelaku biasanya dengan mengirim pesan SMS ke korban yang isinya menyatakan bahwa ada paket untuk korban dan telah tiba di toko waralaba.
Saat mendatangi toko untuk mengambil paket bersangkutan, mereka mendapati kalau harga yang harus dibayar ternyata tidak sama dengan yang seharusnya mereka bayar. Beruntung sejumlah orang Taiwan mulai paham modus ini.
Dalam perbincangan netizen Taiwan, terutama di komunitas 爆怨公社 (baca: bào yuàn gōngshè ), yang terdapat di dalam media sosial Facebook, mereka biasanya menolak untuk membayar dan mengambil paketan tersebut.
Salah seorang anggota komunitas menceritakan bahwa dirinya terkena modus itu. Nominal yang harus ia bayar, yakni NT$ 1.290. Padahal, harga barang yang dipesan tidak semahal itu. Kemudian, ia memperhatikan dengan seksama stiker informasi yang ditempel di permukaan paket. Ia menemukan terdapat tulisan 非賣家 (baca: Fēi màijiā), yang artinya adalah “bukan penjual”.
Setelah diunggah ke medsos, ternyata banyak netizen lainnya yang juga memiliki pengalaman serupa, bahkan harga paket yang harus dibayar juga sama, yakni NT$ 1.290.
Bahkan ada warganet yang juga mengaku kalau ia belakangan ini sudah beberapa kali menerima notifikasi untuk mengambil paket serupa. Anehnya lagi salah satu warganet bahkan tidak pernah melakukan transaksi apapun namun tiba-tiba dihubungi untuk mengambil barang.