Foto: Taiwan News
Indosuara — Jumlah pengawas pohon di Taiwan disebut tidak sebanding dengan jumlah yang ada. Ini berbahaya mengingat pohon-pohon tersebut bisa saja sewaktu-waktu tumbang dan menimpa pengguna jalan. Apalagi mekanisme pengendalian atau prosedur operasi standar (SOP) pengawasan pohon di Taiwan belum baik.
Dikutip dari Taiwan News, para ahli mengatakan pemeriksaan yang dilakukan saat ini terhadap pohon-pohon pinggir jalan di sebagian besar kota masih dangkal dan tidak memiliki instrumen canggih untuk mendeteksi struktur batang pohon, sehingga sulit untuk menganalisis kesehatan pohon dan membahayakan masyarakat. Hal ini membuat beberapa arboris percaya bahwa sebagian besar inspeksi pohon pinggir jalan hanya terlihat sepintas dan tidak memiliki tujuan nyata, menurut UDN.
Beberapa kabupaten dan kota telah membeli asuransi pertanggungjawaban kecelakaan tambahan untuk pohon pinggir jalan. Meskipun hal ini mempercepat kompensasi kecelakaan, hal ini juga memungkinkan pihak yang berwenang untuk mengabaikan tanggung jawab dalam merawat pohon.
Di Kota Taipei, ada sekitar 92.000 pohon yang dikelola oleh kota tersebut, menurut ketua tim teknik lanskap Kantor Taman dan Lampu Jalan Kota Taipei, Lin Chao-chia (林晁嘉). Lin mengatakan inspeksi rutin dilakukan setiap bulan, meskipun hanya 12 inspektur yang dipekerjakan oleh pemerintah kota dan 12 lainnya dialihdayakan ke subkontraktor. Artinya, rata-rata 174 pohon diperiksa per orang per hari.
Lin mengatakan bahwa biaya pemeliharaan tahunan pohon jalanan di Kota Taipei adalah sekitar NT$130 juta dan tenaga kerja yang ada tidak mencukupi. Di masa depan, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak luar akan diperluas untuk mengamati apakah ada penyakit busuk akar coklat.
Rata-rata, kata Lin, inspeksi memakan waktu sekitar lima hingga 10 menit per pohon, dan pengawas hanya membawa sekop kecil. Jika ditemukan kelainan, instrumentasi lebih lanjut akan diminta.
Sedangkan untuk Kota Taichung, seluruh 220.000 pohon pinggir jalan dialihdayakan ke subkontraktor untuk pemeriksaan dan pemeliharaan, dengan 19 inspektur dari biro konstruksi bertanggung jawab untuk mengawasinya. Biasanya, sekitar lima menit pengamatan visual diberikan pada setiap pohon, dan pengawas mengambil foto dan mendokumentasikan kerusakan yang terlihat jelas.
Di Kota Tainan, biro pekerjaan umum kota bekerja sama dengan berbagai kantor distrik untuk memeriksa pohon-pohon di tepi jalan. Selain inspeksi rutin, penilaian risiko dialihdayakan ke tim arborist profesional.
Direktur Kantor Taman Kota Kaohsiung Wang Miaw-jen (王妙珍) mengatakan bahwa terdapat sekitar 170.000 pohon pinggir jalan di kota tersebut, yang dilindungi oleh asuransi kecelakaan umum, namun tidak ada inspektur khusus.
Kota Taoyuan juga tidak memiliki petugas pemeriksa pohon secara berkala atau SOP untuk memeriksa pohon-pohon pinggir jalan. Kota Taoyuan mengatakan keterbatasan dana telah membatasi inspeksi semacam itu.
Inspeksi visual terhadap pohon memerlukan biaya NT$200, sedangkan inspeksi berbasis instrumen memerlukan biaya NT$2,000









