Foto New Taipei City Hall diambil dari CNA.
Seorang ibu telah diserahkan ke kejaksaan untuk penyelidikan setelah putra kecilnya meninggal dunia akibat jatuh dari balkon rumah keluarga pada hari Selasa 29 April saat ia menjemput putra sulungnya dari sekolah.
Seperti yang dilansir dari CNA, Focus Taiwan, kepolisian di di New Taipei, menanggapi panggilan dari warga setempat tak lama setelah pukul 8 malam pada hari Selasa dan, setibanya di lokasi, menemukan bocah berusia empat tahun itu tidak sadarkan diri dan tanpa tanda-tanda kehidupan.
Bocah tersebut, yang jatuh dari gedung setinggi lebih dari sepuluh lantai di Distrik Yonghe, New Taipei, dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan tetapi tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah pukul 9 malam, kata polisi kepada wartawan.
Menurut polisi, bocah itu diyakini telah memindahkan sebuah kursi ke balkon dan berdiri di atasnya, tampaknya dalam upaya untuk mencari ibunya sebelum jatuh.
Polisi mengatakan sang ibu sedang keluar untuk menjemput putra sulungnya ketika kecelakaan itu terjadi, sementara sang ayah sedang dalam perjalanan bisnis.
Ibu tersebut dibawa untuk diinterogasi pada Selasa malam, setelah itu ia dirujuk ke jaksa penuntut untuk penyelidikan atas tuduhan pembunuhan karena kelalaian dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Anak dan Remaja, menurut polisi.
Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Anak dan Remaja, meninggalkan anak di bawah usia enam tahun atau anak-anak yang membutuhkan perawatan khusus tanpa pengawasan, atau dalam perawatan orang yang tidak layak, merupakan pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda hingga NT$15.000. Orang tua juga mungkin diwajibkan untuk mengikuti pendidikan pengasuhan anak selama empat hingga 50 jam.








