Indosuara -- Sejumlah wilayah di kawasan tengah dan selatan Taiwan akan mengalami pembatasan air. Hal ini seiring kurangnya curah hujan di wilayah tersebut selama beberapa waktu terakhir yang menyebabkan kekeringan cukup mengkhawatirkan.
Dikutip dari Focus Taiwan, Pusat Operasi Darurat Sentral menyampaikan bahwa tekanan air di Hsinchu, Taichung, dan wilayah utara Changhua akan dikurangi di luar jam sibuk. Peringatan konservasi air “berwarna kuning” ini menurut pusat operasi tersebut akan berlaku mulai pukul 22:00 – 06:00. Di lain pihak kawasan selatan seperti Kaohsiung dan Tainan punya situasi lebih parah hingga peringatan konservasi air berwarna oranye.
Menurut pusat operasi, bisnis non-industri dengan konsumsi air lebih dari 1.000 meter kubik per bulan, termasuk kolam renang, pencucian mobil, sauna, dan terapi air, akan diminta untuk meningkatkan target konservasi air mereka dari 10% menjadi 15%.
Direktur Jenderal Badan Sumber Daya Air (WRA) menyampaikan bahwa pihaknya akan mengeluarkan surat untuk para konsumen, memperingatkan upaya konservasi, dan bagi mereka yang gagal mencapai target, pasokan airnya akan dipotong.
Peramal cuaca senior menginformasikan bahwa akan ada hujan yang turun di akhir pekan. Namun ia pun ragu hal itu bisa mengatasi kekeringan yang terjadi di sebagian wilayah selatan Taiwan. Hujan sebagian besar akan turun di wilayah utara dan tengah Taiwan, dan di selatan hanya di area pegunungan.





