Indosuara - Kepada para pekerja migran Indonesia di Taiwan, hati-hati pada tipu daya akun 1955 palsu. Akun ini menipu calon korban dengan permintaan mentransfer sejumlah uang. Padahal, akun 1955 yang asli hanya merupakan layanan pengaduan 24 jam **YANG TIDAK PERNAH MEMINTA UANG.**
Mengutip laman Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taiwan, 1955 adalah saluran pengaduan bagi pekerja migran asing yang ada di Taiwan. Layanan pengaduan ini berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Taiwan dan menyajikan sejumlah layanan seperti konsultasi hukum, laporan pengaduan, memberikan informasi bantuan hukum, dan meneruskan bantuan perlindungan dan pelayanan dari departemen terkait.
Layanan aduan 1955 juga melayani para pelapor dalam sejumlah bahasa yakni Mandarin, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. 1955 telah melayani PMA yang ada di Taiwan sejak 1 Juli 2009 hingga sekarang.
Indosuara mengingatkan hal ini karena ancaman penipuna berkedok 1955 palsu nyata adanya. Baru-baru ini, seorang PMI perempuan di Taiwan baru saja menjadi korban kejahatan komplotan penipu ini.
Layanan 1955 palsu ini memulai pembicaraan dengan mengaku bisa memberikan pekerjaan. Untuk dimuluskan prosesnya, akun palsu ini meminta sejumlah uang untuk ditransfer. Alasannya, untuk prosedur pindah kerja. Uang itu lantas si penipu minta untuk ditransfer ke sebuah rekening di Indonesia. Kalau sudah begini, sudah dipastikan bahwa ini penipuan.
Setelah ditransfer, akun 1955 palsu ini tak hentinya bersandiwara. Ia bahkan menunjukkan foto amplop agar seolah-olah ia benar-benar melakukan pekerjaannya.
Padahal, 1955** TIDAK BERWENANG** menjalankan pekerjaan menyalurkan tenaga kerja. Melainkan hanya **MENDENGARKAN LAPORAN DARI PMI ATAU MEMBERI INFORMASI DAN MELANJUTKANNYA KEPADA PIHAK BERWENANG**. Oleh karena itu, semuanya diharap hati-hati pada aksi jahat dan keji yang dilakukan oleh komplotan penipu ini.





