Foto: Taiwan News
Indosuara — Tenggelamnya dan miringnya gedung apartemen di Jalan Dazhi di Kota Taipei baru-baru ini (7 September) membuat beberapa pemilik rumah khawatir tentang stabilitas properti mereka sendiri.
Dikutip dari Taiwan News, Taipei merupakan wilayah cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan, dengan sebagian besar pembangunan perkotaan terjadi di wilayah dengan geologi lunak yang terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Hal ini menempatkan banyak daerah pada risiko pencairan tanah, dan Biro Pekerjaan Umum Kota Taipei memperkirakan bahwa 21% wilayah kota tersebut mempunyai kemungkinan besar terjadinya penyusutan tanah, menurut Liberty Times.
Penyusutan tanah terjadi ketika tanah lunak atau berpasir terkena permukaan air tanah yang tinggi dan guncangan hebat, seperti gempa bumi, kata laporan itu. Hal ini menyebabkan partikel pasir melayang sesaat atau mengalami selip, sehingga kehilangan kemampuannya untuk menahan beban dan menyebabkan bangunan tenggelam atau miring.
Biro Pekerjaan Umum Kota Taipei membagi kota menjadi wilayah risiko tinggi (merah), risiko sedang (kuning), dan risiko rendah (hijau).
Sedangkan untuk bangunan apartemen yang tenggelam atau miring di Jalan Dazhi, kawasan tersebut tergolong berisiko rendah terhadap pencairan tanah (hijau), yang menunjukkan bahwa kesalahan mungkin terletak pada desain dan konstruksi yang tidak tepat, serta pekerjaan penggalian di dekatnya yang dilakukan oleh Kee Tai Properties.
Berdasarkan survei yang dilakukan Pemerintah Kota Taipei terhadap 456 lingkungan di kota tersebut, mayoritas dari 20 lingkungan dengan tingkat risiko tertinggi terletak di antara Jalan Minsheng Timur dan Jalan Xinyi.
Pemilik rumah dianjurkan untuk memeriksa status kondisi tanah mereka di situs web Pemerintah Kota Taipei.





