Foto: SETN
Indosuara β Dua toko berkonflik karena "bau"! Seorang pemilik toko kertas emas di Caotun, Nantou (εζθε±―), mengeluhkan bahwa bau makanan dan asap minyak yang berasal dari warung makan Indonesia di sebelahnya terlalu kuat, bahkan pemasangan jendela kedap udara tidak bisa menahan baunya.
Setelah lebih dari tiga tahun berkomunikasi tanpa hasil, ia merasa tidak tahan lagi. Namun, pemilik warung makan membalas bahwa selama beberapa tahun terakhir mereka terus memperbaiki peralatan penyaring dan sudah sesuai dengan peraturan Biro Lingkungan Hidup.
Dikutip dari SETN, di atas kompor makanan sedang direbus, sementara di area persiapan, saus khas Indonesia yang terbuat dari kunyit dan kacang tanah sedang dibuat. Warung makan Indonesia di Caotun, Nantou ini selalu ramai saat jam makan. Namun, bau makanan dan asap minyak yang menyebar membuat pemilik toko kertas emas di sebelahnya mengeluh dan merasa tidak tahan lagi.

Foto: SETN
"Saya tidak pernah diperlakukan seburuk ini. Saya selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga di sini, tetapi dia malah berkata kepada saya, 'Apakah kamu perlu diajari? Haruskah saya memanggil seseorang untuk mengajarimu?'" ujar pemilik toko. Ia menangis dengan pilu, mengatakan bahwa dia telah menderita karena bau tidak sedap ini selama tiga tahun.
Pemilik toko menambahkan bahwa terutama saat musim panas ketika angin barat daya bertiup, bau langsung masuk ke lantai 1 toko kertas emas, bahkan pemasangan jendela kedap udara tidak bisa menahannya.

Foto: SETN
Pemilik warung makan Indonesia yang dituduh menjelaskan bahwa mereka tahu tetangganya tidak puas, sehingga selama beberapa tahun terakhir mereka terus memperbaiki peralatan penyaring dan semuanya sudah sesuai dengan peraturan Biro Lingkungan Hidup.
"Setiap kali Biro Lingkungan Hidup datang, mereka meminta kami untuk memperbaiki peralatan yang membutuhkan biaya hampir sekitar 150 ribu NTD. Untuk mengatakan bahwa baunya 100% hilang, mungkin itu agak sulit," ujar pemilik warung tersebut.

Foto: SETN
Kepala Departemen Inspeksi Biro Lingkungan Hidup Nantou, Yu Jian-zhi (δ½ε»ΊεΏ) mengatakan, "Kami akan terus memantau, dan jika ada laporan lebih lanjut, kami akan terus memeriksa. Namun, sejauh ini, dampaknya tidak menunjukkan bau yang sangat mencolok."
Para pekerja migran Indonesia menikmati cita rasa kampung halaman mereka, tetapi aroma makanan yang menyebar telah menjadi mimpi buruk yang tak kunjung usai bagi tetangga mereka. Kedua belah pihak terus berselisih mengenai bau tersebut.





