Foto: TVBS
Indosuara — Seluruh Taiwan kembali memasuki periode wabah COVID-19, dengan lonjakan kasus positif baru-baru ini, terutama pada kasus parah yang meningkat sebanyak 328 kasus minggu lalu. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC/疾管署) Taiwan segera mengumumkan akan mendistribusikan 3 juta alat tes cepat di rumah (home rapid test) mulai Juli.
Seorang dokter spesialis paru-paru mengkhawatirkan, bahwa dari 10 kasus pneumonia yang dirawat di rumah sakit baru-baru ini, "setengahnya terkonfirmasi COVID-19", dan mengingatkan untuk waspada terhadap dua gejala ini!
Dikutip dari TVBS, Dr. Ho Chien-Hui (何建輝), seorang spesialis paru-paru dan penyakit kritis di Rumah Sakit Annan Kota Tainan (台南市立安南醫院), menyatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir gelombang besar COVID-19 kembali melanda.
Dari 10 pasien yang dirawat karena pneumonia, 4 hingga 5 di antaranya ternyata mengidap COVID-19. Ia mengkhawatirkan bahwa "meskipun COVID-19 sudah menyerupai flu biasa, tetapi para lansia dengan penyakit penyerta tetap harus berhati-hati!"
Selain itu, Ketua Asosiasi Medis Nasional, Dr. Chou Ching-Ming (周慶明), juga mengungkapkan bahwa dari pengamatan klinis, wabah COVID-19 belakangan ini memang semakin parah.
Sebelumnya, pasien COVID-19 yang datang berobat biasanya telah melakukan tes cepat sendiri dan hasilnya positif, dengan gejala yang lebih ringan seperti pilek dan batuk. Namun, baru-baru ini, rata-rata dari 10 pasien, 7 hingga 8 di antaranya mengalami demam dan nyeri tubuh, menunjukkan bahwa virus menjadi lebih ganas.





