Foto diambil dari : Taiwan News
Jaksa menuntut hukuman berat untuk tiga tersangka yang membunuh pasangan asal Thailand yang tinggal di Taiwan, termasuk seorang wanita hamil, pada Juni, kata laporan Jumat (9 September 2022).
Orang-orang itu membunuh pasangan itu di New Taipei City dan meninggalkan mereka di bagasi mobil mereka di dekat Stasiun Kereta Cepat Taoyuan. Motif kejahatan dilaporkan sengketa tentang utang.
Jaksa di Taoyuan mengatakan Santi Supa-apiradeepailin, seorang pria yang memegang kewarganegaraan Thailand dan Taiwan, merekrut dua warga Thailand lainnya, bernama Samart dan Thanawat, untuk merencanakan pembunuhan pasangan tersebut, yang mengelola agen perantara untuk pekerja migran, CNA melaporkan.
Santi menelepon pasangan itu pada 8 Juni untuk bertemu dan mendiskusikan kisah di sebuah kantor di Distrik Tucheng Kota New Taipei pada malam hari. Ketika mereka tiba, dua pria Thailand lainnya menyerang mereka dan memukuli mereka sampai mati dengan besi, kata jaksa.
Setelah berganti pakaian, Santi mengantar pasangan yang meninggal dengan mobil mereka ke tempat parkir dekat stasiun Taoyuan pada 9 Juni sebelum naik penerbangan ke Thailand dengan dua rekannya. Polisi di negara Asia Tenggara itu menangkap kedua pria tersebut, sementara Santi menyerahkan diri di Chiang Mai ditemani kerabatnya.
Karena istri yang terbunuh sedang hamil lima bulan dengan anak kembar dan para pembunuh tidak menunjukkan belas kasihan, mereka harus menerima hukuman seberat mungkin, kata jaksa hari Jumat.





