Foto diambil dari CNA.
Program pekerja migran paruh waktu akan diatur sesuai dengan sistem tanggung jawab dan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang diharapkan dapat beroperasi dengan lancar serta memberikan pilihan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan pekerja migran dalam jangka panjang.
Seperti yang dilansir dari CNA, Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan (MOL) akan meluncurkan program uji coba pekerja migran paruh waktu sebelum akhir tahun, memudahkan masyarakat untuk merekrut pekerja migran secara paruh waktu melalui lembaga nirlaba atau organisasi berbadan hukum.
Saat ini, sekitar 200.000 keluarga di Taiwan mempekerjakan perawat migran untuk merawat lansia. Selain beban manajemen yang lebih berat bagi majikan, perawat migran yang tinggal bersama juga sering mengalami kekurangan waktu istirahat. Oleh karena itu, MOL mendukung program uji coba layanan perawatan pendampingan beragam, salah satunya layanan perawatan paruh waktu.
Program uji coba tersebut melibatkan lembaga nirlaba atau organisasi berbadan hukum yang menugaskan perawat migran untuk memberikan perawatan di rumah pemohon dengan sistem pembayaran per jam. Jam kerja dibagi menjadi tiga kategori: 4 jam (sebagian waktu), 8 hingga 12 jam (setengah hari), dan 24 jam (sehari penuh), untuk memenuhi kebutuhan perawatan jangka pendek keluarga.
Direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Pekerjaan MOL, Huang Wei-chen (黃維琛), kepada CNA, menyampaikan bahwa pekerja migran yang dipekerjakan dalam sebuah rumah tangga harus bekerja berdasarkan situasi dan kondisi yang ada, sehingga memerlukan waktu kerja yang fleksibel penerapan sistem tanggung jawab.
Kepala Pusat Urusan Tenaga Kerja Lintas Batas dari Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA), Su Yu-kuo (蘇裕國), mengatakan bahwa rencana uji coba layanan perawatan pendampingan beragam akan diumumkan sebelum akhir tahun ini.
Tahun depan, akan dipilih satu lokasi masing-masing di utara, tengah, dan selatan Taiwan untuk percobaan. Target penggunaan layanan tersebut di tahun pertama adalah 2.500 orang.





