Foto diambil dari otoritas setempat.
Seorang pria meninggal di rumah sakit hari Rabu (28/8) setelah truk yang dikemudikan tergelincir dari lereng setinggi tiga lantai dan terbalik di sebuah lokasi berpasir dan berkerikil di Kota Taichung.
Biro Pemadam Kebakaran Kota Taichung menerima laporan pada pukul 10.19 pagi hari Rabu bahwa sebuah truk pengangkut pasir dan kerikil terguling di daerah Jalan Zhongshan, Distrik Wuri, dan ada orang yang terjebak di dalamnya.
Seperti yang dilansir dari CNA, dua unit pemadam kebakaran dari cabang Wuri dan Xitun segera dikerahkan, dengan enam kendaraan dan dua belas petugas pemadam kebakaran melakukan penyelamatan.
Petugas pemadam kebakaran menjelaskan truk tersebut tergelincir dan terguling dari lereng setinggi tiga lantai, menyebabkan seorang pria berusia sekitar 50 tahun terjebak di dalam kendaraan yang telah ringsek.
Pria tersebut mengalami cedera kepala dan dalam kondisi OHCA (henti jantung dan napas sebelum tiba di rumah sakit), dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wuri Lin Shin, tambah petugas tersebut.
Namun, kata petugas pemadam kebakaran, meski telah diberikan pertolongan, pria tersebut meninggal karena luka-luka yang terlalu parah.
Kepolisian Distrik Wuri menjelaskan bahwa seluruh kasus ini akan ditangani sesuai prosedur penyelidikan, dan akan dilaporkan kepada kejaksaan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, kata kepolisian, Biro Ketenagakerjaan kota juga telah diberitahu untuk menyelidiki penyebab kecelakaan dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Biro Ketenagakerjaan Kota Taichung menyatakan dalam siaran pers hari Rabu bahwa mereka telah mengirim petugas untuk melakukan pemeriksaan kecelakaan kerja.
Jika ditemukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kata biro tersebut, perusahaan akan diminta menghentikan operasinya dan melakukan perbaikan, akan didenda NT$30.000 (Rp14.473.861) hingga NT$300.000, dan pelanggaran hukum yang lebih serius akan dilaporkan untuk dituntut.
Selain itu, Biro Ketenagakerjaan juga akan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengaktifkan mekanisme untuk membantu menangani masalah terkait hingga tuntas.





