Foto: Taiwan News
Indosuara β Sebuah truk kampanye calon Partai Rakyat Taiwan (TPP) Ko Wen-je (ζ―ζε²) nyangkut di bawah gerbang kota peninggalan Dinasti Qing (1644-1912) pada Minggu malam (24 Desember) setelah pengemudinya gagal memperkirakan ketinggian truk yang dikemudikannya. Hal ini menimbulkan perbincangan karena Gerbang yang ada di Barat Hengchun di Kabupaten Pingtung ini merupakan monumen nasional terdaftar yang harus dijaga kelestariannya. Pengemudi pun harus memerlukan bantuan polisi untuk keluar.
Dikutip dari Taiwan News, polisi menyatakan pada hari Senin bahwa jika gerbang tersebut rusak, kejadian tersebut akan dirujuk ke otoritas setempat terkait untuk diselidiki.
Ketua cabang lokal TPP Lin Yu-hsien (ζθ²ε ) mengatakan kepada CNA bahwa truk tersebut disponsori oleh pendukung TPP setempat, namun mengatakan bahwa ia akan bekerja sama dalam upaya penyelidikan selanjutnya. Lin mengatakan, setelah mengunjungi lokasi kejadian, dia berhasil mengidentifikasi tanda yang mungkin timbul akibat benturan tersebut.
Kandidat wakil presiden TPP Cynthia Wu (ε³ζ¬£η) dilaporkan menolak mengomentari masalah ini ketika ditanya tentang hal itu saat kampanye di Kaohsiung pada Senin pagi.
Gerbang tersebut merupakan bagian dari sisa Tembok Kota Tua Hengchun yang dibangun lebih dari 140 tahun yang lalu. Termasuk Gerbang Barat, empat gerbang tetap utuh, sementara hanya sebagian tembok, yang dulu mengelilingi seluruh kota Hengchun, yang tersisa.
Berdasarkan Undang-Undang Pelestarian Warisan Budaya Taiwan, perusakan monumen nasional dapat dihukum hingga lima tahun penjara dan denda antara NT$500.000 hingga NT$20.000.000





