Foto: Lin 1955
Indosuara - Topan doksuri yang diperkirakan akan masuk ke Taiwan pekan ini menjadi perbincangan di sejumlah pemberitaan Taiwan.
Topan tersebut sampai hari ini diperkirakan akan menjadi topan pertama di Taiwan setelah beberapa tahun tidak ada topan yang datang ke pulau ini. Meski demikian Biro Cuaca Pusat (CWB), sebagai lembaga yang memprediksi cuaca masih terus meneliti topan tersebut.
Terkait dengan adanya topan ini, Layanan Aduan 1955 sebagai lembaga yang juga sering memberi imbauan kepada para pekerja migran asing di Taiwan meminta pekerja untuk mewaspadai perubahan lingkungan kerja. Apalagi jika topan benar-benar masuk Taiwan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Dikutip dari imbauan layanan aduan 1955, mereka yang bekerja di luar, harus memberikan perhatian khusus akan bencana yang mungkin disebabkan oleh angin topan. Apabila lingkungan kerja terus memburuk serta adanya bahaya yang dapat mengancam jiwa, maka segera hentikan pekerjaan anda guna menjamin keselamatan diri.
Adapun bencana-bencana terkait angin taifun adalah jalanan banjir atau rusak, pohon di pinggir jalan atau papan nama dan benda asing lainnya yang berjatuhan, hingga tanah atau batu yang longsor. Selain itu patut diwaspadai pula benda-benda beterbangan dan berjatuhan, kabel listrik yang lepas, hingga tiang listrik roboh.
Sementara itu, mengutip Taiwan News, CWB memperkirakan Topan Doksuri akan mulai membawa hujan ke Taiwan pada Rabu (26 Juli) dan paling dekat pada Kamis (27 Juli), ketika angin dan hujan akan menjadi yang paling intens, terutama di Taiwan timur, Hengchun, Semenanjung, dan daerah pegunungan di Kota Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung. CWB pada pukul 8:40 malam pada Senin (24/7) mengeluarkan peringatan laut untuk Topan Doksuri. Mata Doksuri terletak sekitar 610 km tenggara Eluanbi dan mengarah ke utara-barat laut dengan kecepatan 17 kpj dan membawa angin berkecepatan maksimum 172 kpj dengan hembusan hingga 208 kpj, menurut CWB.





