Foto diambil dari : Taiwan News
Badan Imigrasi Nasional, bekerja sama dengan Korps Polisi Khusus Ketujuh, menangkap sekelompok penebang liar yang beroperasi di Kabupaten Nantou pada Jumat (26 Agustus 2022) pagi.
Operasi di pegunungan sekitar Kotapraja Renai mengakibatkan penangkapan tujuh orang dan penyitaan 168 kilogram pohon cemara merah Taiwan, menurut Tsai Wen-Chung (Cai Wenzheng), wakil komandan Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional.
Penangkapan dilakukan di jalan pegunungan ketika petugas menghentikan tiga kendaraan yang mengangkut pohon cemara merah yang ditebang secara ilegal, yang terdiri dari warga Taiwan dan migran Vietnam, dipimpin oleh seorang wanita Vietnam berusia 42 tahun bermarga Chen (陈), yang menjadi warga Taiwan selama 22 tahun.
Menurut laporan CNA, setelah perceraiannya, Chen mulai menebang pohon secara ilegal di sekitar Kotapraja Renai untuk mencari nafkah. Akhirnya, dia mulai bekerja sama dengan rekan Taiwan dan merekrut pekerja migran yang melarikan diri.
Saat memantau aktivitas polisi di daerah pegunungan, para pekerja akan dikirim ke kamp di pegunungan. Di sana, mereka akan menebang pohon dan mempersiapkannya untuk dijual. Laporan berbahasa Mandarin menyebut cincin penebangan sebagai Grup Tikus Gunung).
Polisi di daerah tersebut dilaporkan menerima informasi tentang operasi ilegal pada Agustus tahun lalu. Setelah setahun melakukan penyelidikan dan pemantauan aktivitas Chen, polisi membuat keputusan untuk melakukan penggerebekan dan melakukan penangkapan.





