Foto: TVBS
Indosuara -- Sebuah TK di Banqiao, New Taipei menimbulkan keresahan publik setelah adanya temuan insiden pemberian obat keras pada anak didiknya. Dilaporkan obat dengan zat "barbiturat", "benzodiazepin" dan obat-obatan lain telah terdeteksi pada anak-anak tersebut. Dikutip dari TVBS, saat ini, 17 orang tua telah melaporkan kasus tersebut, yang telah membangkitkan diskusi publik. \
Seorang ahli Toksikologi di Rumah Sakit Chang Gung Distrik Linkou, 顏宗海 mengatakan, obat-obat yang diduga diberikan kepada anak-anak bisa berbahaya. Zat “Barbiturat” misalnya adalah obat depresan untuk sistem saraf pusat yang biasanya akan diberikan kepada pasien dengan gejala epilepsi parah. Namun saat ini, obat tersebut sudah jarang dikonsumsi dan harus melalui resep dokter.
Di Taiwan sendiri, “Barbiturat” termasuk dalam obat yang dikontrol penggunaannya, yang mana dikategorikan sebagai obat level tiga. Jika digunakan dalam dosis yang berlebihan atau terlampau sering dikonsumsi, maka “Barbiturat” bisa mengancam nyawa sang pengguna. Efek sampingnya adalah mudah mengantuk hingga menghambat saluran pernapasan.
Jika anak-anak telah mengonsumsi “Barbiturat” dalam periode jangka waktu yang panjang, maka dikhawatirkan dapat mempengaruhi daya belajar mereka. Dan bukan tidak mungkin kalau efek dari obat ini bisa berpengaruh pada perkembangan intelektual anak-anak.
Sedangkan, “Benzodiazepines” sendiri adalah obat tidur yang umum digunakan. Ini juga adalah obat depresan yang banyak dikonsumsi bagi mereka yang susah tidur, mudah cemas dan tidak bisa tenang.
Kini, pihak kepolisian Kota New Taipei tengah mengusut kasus ini dan menginvestigasi motif mengapa pihak sekolah memberikan obat keras tersebut kepada anak-anak.





