Foto: RTI
Indosuara β Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan berencana meluncurkan "Program Pembelajaran Digital untuk Pekerja Migran" tahun ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin pekerja migran dan keterampilan perawatan bagi perawat asing. Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, selain kursus online, kali ini mereka juga berencana untuk menyelenggarakan kursus tatap muka gratis. Namun, karena kuotanya terbatas, pihaknya mengundang pekerja migran atau majikan yang berminat untuk terus memantau website Situs Hak dan Kepentingan Kerja bagi Orang Asing, dengan rincian lebih lanjut yang akan diumumkan paling cepat pada pertengahan Februari
Chuang Kuo-liang (θεθ―) selaku wakil kepala Tim Manajemen Tenaga Kerja Lintas Negara di Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja MOL menyampaikan, majikan pekerja migran di sektor rumah tangga maupun industri telah melaporkan kesulitan dalam berkomunikasi karena perbedaan bahasa. Selain itu, keterampilan dan kemampuan keperawatan pekerja migran yang bekerja di rumah tangga juga dianggap masih bisa ditingkatkan lagi.
Ia menambahkan, dalam aspek pembelajaran bahasa Mandarin, pihaknya akan membuat video pengajaran khusus dari empat negara utama penyalur pekerja migran, yaitu Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Filipina. Saat ini, mereka merencanakan pembuatan 10 video untuk setiap bahasa, termasuk 6 video untuk percakapan sehari-hari dan 4 video untuk percakapan di tempat kerja, dengan total lebih dari 40 video pengajaran.
Dalam aspek keterampilan perawatan, mengingat mayoritas perawat asing berasal dari Indonesia, video pembelajaran dan kursus praktikum akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengajaran utama, dengan penyesuaian yang mungkin dilakukan sesuai kebutuhan di masa mendatang.





