Foto diambil dari : UDN News
Kemarin (1 Januari 2022) ada 21 kasus impor baru dan tidak ada kasus lokal atau mati. Juru bicara pusat komando epidemic Zhuang Ren Xiang mengatakan bahwa dari 21 kasus impor, 17 diantaranya adalah infeksi virus Covid-19 dan 4 kasus sedang diselidiki; ada dugaan bahwa 3 dari 4 kasus tersebut terinfeksi virus baru Omicron. Tetapi dikarenakan ketiganya datang dari tempat yang berbeda sehingga masih diselidiki jenis virus, tanggal terinfeksi, tempat terinfeksinya.
Pusat Epidemi internasional terus melakukan pengontrolan secara ketat atas kedatangan warga luar ke Taiwan, untuk menghindari dampak pada tenaga kerja. Baru- baru ini Taiwan baru saja membuka jalur masuk kepada Indonesia dan Thailand untuk masuk ke Taiwan. Namun sayangnya ditemukan banyak pekerja migran yang datang melarikan diri. Menurut statistik dari Departemen Imigrasi, Taiwan ada 55.244 pekerja migran yang melarikan diri, mereka masuk ke Taiwan dengan alasan untuk bekerja, namun akhirnya menghilang dan tidak ditemukan.
Ada insiden berkumpul yang dicurigai di Hotel karantina Taipei. Zhuang Ren Xiang mengatakan bahwa kasus lantai lima 17085 dan kasus 17099, kasus lantai enam 17058, di pengurutan gen virus semuanya terinfeksi virus Omicron.
Menurut data ketiganya datang dari China, Jepang dan Amerika Serikat, menurut Huang Gao bin, wakil dekan Pusat Pengendalian Infeksi Rumah Sakit yang merupakan lulusan Universitas Kedokteran China, mengatakan bahwa jika tanggal terinfeksi dan jenis virusnya tidak diketahui maka bisa dikatakan bahwa itu terjadi di hotel yang sama. dia. Huang Gao Bin menganjurkan untuk periksa lebih lanjut titik waktu yang relevan dan dikonfirmasi.
Zhuang Ren Xiang mengatakan bahwa dari 17 kasus infeksi virus Covid-19 impor kemarin, sembilan di antaranya paling banyak dari Amerika Serikat, enam dari Vietnam, dan masing-masing satu di Mesir, Laos, Guatemala, Rumania, Ukraina, dan Jerman. Menurut statistik dalam satu hari, jumlah orang yang divaksinasi adalah 28.933, dan tingkat cakupan populasi adalah 79,99% untuk dosis pertama dan 69,07% untuk dosis kedua. Zhuang Ren Xiang berharap vaksinasi dapat dilakukan secara cepat untuk menghindari virus Covid-19 ini, agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas lagi.





