Foto diambil dari contributor pribadi CNA.
Analis Bidang Tenaga Kerja Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kadir, pada hari Rabu (14/8) mengatakan pihaknya mensyukuri kepulangan tiga Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal Taiwan yang sempat ditahan karena memasuki perairan Tiongkok, dan KDEI berkomitmen pada keselamatan seluruh pekerja Indonesia yang ada di Taiwan.
Seperti yang dilansir dari CNA, Kadir menyebut ada sejumlah tahapan yang mesti ditempuh dalam menangani situasi seperti ini. Menurut dia, pertama-tama, KDEI akan menghubungi agensi yang menaungi para pekerja ini.
Kemudian, KDEI juga berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Tiongkok dan memantau semua prosesnya.
Kadir mengatakan dalam sejumlah kasus ketenagakerjaan yang mereka terima, bidang yang ia kelola berkomitmen untuk fokus pada urusan ketenagakerjaan, dan memastikan agar hak-hak pekerja tidak ada yang dicederai.
Sebelumnya, empat kru kapal penangkap ikan Taiwan, termasuk tiga ABK Indonesia, yang ditahan oleh pihak berwenang Tiongkok sejak 2 Juli telah dibebaskan pada hari Selasa, namun kapten dan kapal tersebut masih ditahan tanpa tanggal kepastian pembebasan karena masalah hukum yang sedang berlangsung, kata mantan Wakil Ketua Dewan Kabupaten Penghu, Chen Shuang-chuan (陳雙全).
Anggota kru yang dibebaskan termasuk seorang warga negara Taiwan bermarga Ting (丁) dan tiga warga negara Indonesia -- Ridho Nugroho, Iskandar, dan Sendi Riyani. Keempatnya meninggalkan Pelabuhan Weitou di Quanzhou sekitar pukul 11 pagi Selasa dan menuju garis tengah Selat Taiwan.





