Foto: Kompasiana
Indosuara -- Tiga pelajar SMP di Taitung mendapat hukuman diikat oleh gurunya karena dinilai tidak fokus terhadap materi pembelajaran. Hukuman sang guru pun menjadi viral karena dianggap tidak manusiawi.
Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, hukuman guru ini ketahuan oleh orang tua berdasarkan aduan anak mereka yang menerima hukuman. Orang tua bersangkutan kemudian melaporkan kejadian yang dialami anak mereka kepada pihak kepolisian. Laporan ini langsung menarik perhatian tidak hanya warga tetapi juga legislatif di Taitung. Kepala Biro Pendidikan Kab. Taitung, Tsai Mei-yao (蔡美瑤) menyampaikan, kasus ini telah masuk ke ranah penyelidikan yudisial. Di samping itu, pihaknya juga sudah meminta seorang psikolog untuk turun tangan memberikan penyuluhan.
Anggota dewan Kab. Taitung, Lin Can-tian (林參天) menilai hukuman yang diterapkan guru itu tidak semestinya dilakukan kepada anak didik mereka. Kepala Kepolisian Kab. Taitung, Chen Chin-kun (陳錦坤) menerangkan, tindakan guru yang mengikat muridnya dengan menggunakan tali dapat dikategorikan sebagai aksi kejahatan “pemaksaan”.
Di lain pihak, Kepala Biro Pendidikan Kab. Taitung, Tsai Mei-yao sangat menyayangkan hal tersebut dapat terjadi menimpa salah satu warga mereka. Pihak Biro Pendidikan Kab. Taitung juga sudah mengutus pekerja sosial dan psikolog untuk memberikan bimbingan dan bantuan konseling kepada para siswa. Kini, ketiga siswa juga sudah kembali bersekolah secara normal.
Tsai Mei-yao melanjutkan, pihaknya juga akan menginvestigasi dan menyelidiki aksi perilaku yang dilakukan oleh guru bersangkutan.





