Foto: Mobil derek terguling di Kaoshiung (Dok: Taiwan News)
Sebuah perusahaan konstruksi menghadapi denda hingga NT$ 300.000 (setara sekitar Rp 150 juta) setelah truk milik perusahaan tersebut terbalik. Kejadian ini terjadi di kawasan Selatan Taiwan.
Dikutip dari Taiwan News, truk ini merupakan truk derek besar yang biasa digunakan untuk membantu mengangkat baja pada proyek industri. Sayang ketika dioperasikan, truk itu tidak diparkirkan dengan benar. Sehingga tidak mampu menahan beban dan terbalik.
Kejadian ini terjadi pada pukul 09.00 pada hari Kamis di sebuah lokasi konstruksi di Jalan Yongshun di Distrik Xiaogang Kota Kaohsiung. Derek tiba-tiba terbalik dan truk yang ditumpanginya terangkat dari tanah dan penutup saluran pembuangan pecah. Beruntung pekerja dapat menghindari cedera sehingga tidak ada korban jiwa.
Biro Urusan Tenaga Kerja Kota Kaohsiung mengirim personel ke tempat kejadian untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal. Dalam penyelidikan diketahui bahwa kendaraan telah ditempatkan di tanah yang tidak stabil dengan kapasitas penahan beban yang tidak mencukupi. Selain itu diketahui kru juga tidak memasang pelat besi dan bantalan.
Mereka menemukan bahwa salah satu cadik telah ditempatkan pada penutup saluran air, dan ambruk, menyebabkan derek menjadi tidak stabil saat mengangkat tiang baja yang berat. Pekerja dapat keluar dari derek yang runtuh dan tidak terluka.
Biro tersebut menyatakan bahwa karena gagal menempatkan fondasi yang kokoh untuk truk derek, pemberi kerja melanggar Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (職業安全衛生法) dan akan dikenakan denda antara NT$30.000 hingga NT$300.000. Biro meminta semua bisnis untuk menerapkan standar operasi yang aman saat melakukan operasi untuk mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan pekerja.





