Foto diambil dari CIB.
Tiga tersangka yang diduga terlibat dalam pembuatan situs web pendaftaran vaksin COVID-19 palsu untuk mencuri informasi pribadi sempat ditangkap namun dibebaskan dengan jaminan oleh jaksa Taichung pada hari Kamis.
Seorang tersangka utama bermarga Chang (張), pemilik perusahaan biotek yang berbasis di Taichung, dan dua karyawan Chang, bermarga Ma (馬) dan Huang (黃), dibebaskan dengan jaminan NT$500.000 (US$17.877), NT$250.000 dan NT$50.000, masing-masing, setelah diinterogasi oleh jaksa atas keterlibatan mereka dalam dugaan kejahatan.
Dua karyawan Chang lainnya juga diinterogasi oleh jaksa pada hari Selasa, tetapi dibebaskan tanpa jaminan.
Menurut Biro Investigasi Kriminal (CIB), para tersangka merekrut lebih dari 4.000 orang untuk bergabung dengan grup yang mereka buat di aplikasi LINE.
Dalam grup tersebut, para tersangka menghimbau anggota untuk mengunjungi situs web yang telah mereka buat, yang mereka klaim akan memungkinkan pengguna terdaftar untuk mendaftar untuk sisa dosis vaksin COVID-19.
Secara total, lebih dari 700 orang tertipu untuk mendaftar di situs web menggunakan informasi pribadi mereka, kata CIB.
Setelah mengetahui dugaan penipuan tersebut, satuan tugas CIB menggerebek perusahaan Chang di Taichung pada awal Juli dan menangkap enam tersangka, termasuk Chang yang berusia 47 tahun dan Ma yang berusia 46 tahun, karena dicurigai mengumpulkan informasi pribadi orang secara ilegal.
Sejak saat itu situs web tersebut telah diturunkan.
Setelah interogasi awal, CIB memindahkan keenamnya ke tahanan Kantor Kejaksaan Distrik Taichung untuk penyelidikan lebih lanjut. Tuduhan belum diajukan dalam kasus ini.




