Foto: Taiwan News
Indosuara — Lebih banyak jenazah ditemukan di atas bangkai gerbong kereta Taroko Express dari kecelakaan kereta api fatal tahun 2021 di Hualien, Taiwan.
Melanjutkan pemberitaan kemarin, penemuan empat pecahan tengkorak yang diduga terjadi setelah pecahan berukuran besar ditemukan oleh juru bicara korban saat berkunjung ke gerbong kereta yang kini bertempat di Taoyuan, Kamis (31/8).
Pengacara yang mewakili keluarga korban, Tu Kuan-yu (凃冠宇), membuat pernyataan pada Jumat pagi (1 September) setelah pejabat Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) dan petugas penegak hukum meneliti gerbong kereta yang rusak. Tu mengatakan bahwa empat kemungkinan jenazah manusia lainnya ditemukan di dekat bagian depan gerbong No. 8, dan menambahkan bahwa pengujian forensik akan dilakukan untuk konfirmasi, lapor UDN.
Kunjungan hari Kamis ke depo TRA di Taoyuan diselenggarakan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC). Kementerian mengundang pakar keselamatan dari Jepang serta anggota keluarga para korban.
Dua dari mobil yang rusak parah disimpan di depo Taoyuan untuk tujuan pendidikan. Kunjungan hari Kamis ini dimaksudkan untuk memicu diskusi mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan kereta api. Namun, para peserta terkejut saat menemukan sisa-sisa manusia masih berada di antara reruntuhan.
Tu mengatakan, selain pecahan tulang, ada juga barang-barang pribadi yang ditemukan di dalam gerbong, seperti produk elektronik, telepon seluler, dan tas. Tu mengatakan bahwa banyak anggota keluarga secara pribadi mengungkapkan kemarahan dan kesedihan mereka atas berita bahwa sisa-sisa manusia tertinggal di kereta yang rusak.
UDN melaporkan bahwa gerbong kereta No. 8 dan No. 7 telah digeledah seluruhnya pada hari Jumat, dan setiap penemuan yang relevan dengan penyelidikan yang sedang berlangsung akan dilaporkan pada hari berikutnya atau lebih.
Sebagai reaksi terhadap penemuan awal pada hari Kamis, jaksa dan polisi kereta api di Taoyuan diperintahkan untuk melakukan penyelidikan. Ketika penemuan jenazah ditemukan di Taoyuan, otoritas setempat akan memiliki yurisdiksi atas penyelidikan baru.
Jaksa Distrik Taoyuan Yu Hsiu-Tuan (俞秀端) mengatakan bahwa para pejabat di Hualien berupaya semaksimal mungkin pada tahun 2021 untuk memastikan bahwa semua korban diperhitungkan, lapor UDN. Jaksa Distrik Hualien mengatakan akan membagikan semua informasi relevan untuk penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kecelakaan kereta di Hualian pada 2 April 2021, menewaskan 49 orang, dan sedikitnya 200 orang terluka.





