Foto: Focus Taiwan
Indosuara -- Polisi mengambil langkah-langkah untuk mencegah perburuan kepiting darat di Taman Nasional Taijiang di Tainan, Taiwan selatan, untuk memastikan jenis hewan ini dapat bereproduksi, kata Badan Kepolisian Nasional dalam sebuah pernyataan Jumat.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Korps Khusus Ketujuh badan tersebut, pihaknya akan memberlakukan patroli di taman nasional saat Cardisoma carnifex, spesies kepiting darat terbesar di Taiwan, memasuki musim kawinnya pada bulan Juli dan Agustus.
Selama dua bulan, kepiting darat betina akan membawa telurnya dari penahan angin dekat Kolam Chengxi Menghuan ke pantai setelah matahari terbenam untuk diletakkan di air, rute yang berpotensi mematikan di mana mereka dapat ditabrak kendaraan atau ditangkap dan dimasak oleh orang, kata polisi.
Korps mengatakan akan mengontrol lalu lintas di jalan di Bank Qingcaolun untuk menjaga keamanan kepiting darat di malam hari.
Orang yang menangkap dan berburu kepiting darat di taman nasional melanggar Undang-Undang Taman Nasional dan dikenakan denda hingga NT$1.000. Mereka juga dapat ditahan atau dijatuhi hukuman penjara hingga satu tahun jika menyebabkan kerusakan serius, kata korps itu.
Dalam berita terkait, dua sukarelawan perlindungan kepiting darat mengatakan di media sosial beberapa hari yang lalu bahwa mereka kecewa dengan kurangnya konsep konservasi ekologis dari beberapa orang.
Chuang Chih-hsun (莊智巽) menulis di sebuah posting Facebook bahwa dia dan saudaranya Chuang Chih-shan (莊智善) sedang dalam perjalanan pulang dari tugas mengawasi kepiting darat pada hari Selasa ketika mereka bertemu dengan dua pekerja migran dengan tas berisi lebih dari 100 kepiting darat untuk dibagikan dengan teman-teman mereka.
Saudara-saudara sedang mengawasi kepiting darat di lokasi lain di luar taman di sepanjang Sungai Yanshui, di mana kepiting tidak memiliki perlindungan hukum yang sama seperti di dalam taman.
Chuang Chih-hsun mengatakan itu adalah pemandangan yang sulit bagi mereka untuk menerimanya, karena dia dan saudara laki-lakinya telah mengabdikan diri untuk melindungi kepiting darat selama lebih dari satu dekade di bawah bimbingan orang tua mereka.
"Sementara kami menyelamatkan kepiting yang mungkin terbunuh oleh mobil, Anda langsung menuju ke muara tempat mereka bertelur. Sementara kami menyelamatkan lebih dari 10 kepiting, Anda menangkap lebih dari 100 untuk dimakan," tulis Chuang Chih-hsun.
Chuang Chih-shan menambahkan ke postingan tersebut, menyebut perilaku para pekerja itu "menyedihkan".
Meski frustrasi, Chuang bersaudara mengatakan mereka akan terus bekerja menuju tujuan pelestarian hewan.
Menurut Dinas Pertanian setempat, hanya dapat menggunakan bujukan moral untuk mencegah orang menangkap kepiting darat jika kepiting tersebut ditangkap di luar taman nasional karena kepiting tersebut bukan spesies yang dilindungi.





