2024-12-11

Tak Dideportasi, Perdana Menteri Taiwan Rencanakan Pekerjakan Kembali Pekerja Migran Kaburan

Foto dokumentasi CNA.

Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) telah berjanji untuk membuka peluang bagi industri jasa untuk mengajukan pekerja migran dengan syarat tertentu, kata Ketua Kamar Dagang Umum Republik Tiongkok (ROCCOC), Hsu Shu-po (許舒博).

Ketua kamar dagang Taiwan mengungkapkan organisasinya beserta Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dan pejabat kementerian hari Selasa (10/12) telah mendiskusikan kemungkinan bagi pekerja migran kaburan untuk tidak langsung dideportasi, dengan memungkinkan mereka kembali ke prosedur kerja normal.

Namun, kata Hsu setelah pertemuan yang juga dihadiri sejumlah pelaku usaha tersebut, syarat utamanya adalah harus terlebih dahulu meningkatkan pendapatan gaji pekerja lokal, untuk melindungi mereka.

Seperti yang dilansir dari CNA, Hsu juga mengatakan bahwa diskusi Selasa membahas bagaimana menangani sekitar 80.000 pekerja migran kaburan agar dapat kembali bekerja secara normal.

Ide ini melibatkan opsi untuk tidak langsung mendeportasi pekerja migran kaburan, melainkan memungkinkan mereka kembali ke prosedur kerja yang sah sehingga keterampilan mereka dapat digunakan di sektor industri, ungkapnya.

Apakah ini memerlukan perubahan undang-undang, kata Hsu, juga akan dibahas pihak pemerintah.

Selain itu, Hsu mengatakan ia juga berharap agar masa kerja pekerja migran yang telah tinggal dan bekerja lebih dari sepuluh tahun di Taiwan dapat diperpanjang, untuk mencegah negara tersebut menjadi tempat pelatihan bagi negara lain.

Hsu menambahkan, pihaknya juga berharap dapat menarik mahasiswa asing yang sedang belajar di Taiwan untuk menetap dan menjadi warga negara tersebut. Semua kebijakan terkait kekurangan tenaga kerja ini telah dijanjikan MOL untuk dirumuskan dalam bentuk paket lengkap setelah Tahun Baru Imlek, ujarnya.

Saat media bertanya apakah ada batasan negara asal untuk pekerja migran di sektor jasa, Hsu menjawab bahwa sesuai peraturan, pekerja migran akan direkrut dari negara-negara sumber tenaga kerja Taiwan, dengan Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan India menjadi lima negara utama.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

150NT

SKIN CARE 保養品

350NT

SKIN CARE 保養品

350NT

SKIN CARE 保養品

550NT

SKIN CARE 保養品

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...