Foto diambil dari CNA.
Sembilan pekerja migran yang bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Miaoli Taiwan telah terinfeksi COVID-19, yang terdiri dari infeksi klaster kedua yang terdeteksi di antara para migran di daerah itu minggu ini, ujar juru bicara Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) Chuang Jen-hsiang (莊人祥).
Para pekerja migran yang terinfeksi bekerja di Greatek Electronics Inc. di Zhunan Miaoli dan tinggal di asrama yang sama, kata Chuang.
Infeksi klaster menambah tantangan upaya pengendalian penyakit di Zhunan, di mana perusahaan manufaktur elektronik lain telah menangguhkan operasi pabriknya menyusul puluhan infeksi.
Pada hari Jumat kemarin, CECC membentuk satuan tugas di King Yuan Electronics Corp (KYEC), di mana 77 orang, termasuk warga negara Taiwan dan pekerja migran, telah terjangkit penyakit tersebut pada Sabtu pagi.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pekerja migran yang dipekerjakan di Greatek dan KYEC keduanya dikelola oleh agensi yang sama, yang saat ini mengelola empat asrama pekerja di Miaoli, kata Chuang.
CECC akan menguji 2.000 penduduk di empat asrama untuk virus tersebut, tambah Chuang.
Pengujian cepat yang menargetkan 7.300 karyawan KYEC juga sedang berlangsung, dan Greatek, yang memiliki sekitar 3.500 karyawan, dilaporkan mengikutinya pada Sabtu pagi.
Miaoli telah mencatat 122 kasus sejak pertengahan Mei.
Pemerintah kabupaten telah meminta perusahaan dan agensi di sana untuk memperkuat manajemen pekerja migran sambil menghimbau pekerja asing Asia tenggara untuk menghindari kegiatan luar ruangan yang tidak penting.




