Foto diambil dari : Focus Taiwan
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan pada hari Minggu mengingatkan para orang yang kembali dari luar negeri untuk melaporkan dugaan gejala cacar monyet agar mendapatkan perhatian medis setelah Taiwan mencatat kasus keempat penyakit virus menular tersebut.
Kasus terbaru melibatkan seorang warga negara Taiwan berusia 40-an yang tinggal di Taiwan bagian selatan. Dia melakukan perjalanan ke Kanada pada pertengahan September sebelum mengalami gejala pada 28 September 2022 dan demam ringan serta kedinginan pada 30 September 2022 di Amerika Serikat, kata CDC dalam sebuah pernyataan.
Pasien pergi menemui dokter pada 5 Oktober 2022 dan diberi dosis vaksin cacar monyet, sebelum kembali ke Taiwan pada 8 Oktober 2022, kata CDC.
Setelah tiba di Bandara Internasional Taoyuan, pria itu memberi tahu petugas karantina tentang gejalanya dan dikirim langsung untuk mendapatkan perawatan medis, kata CDC.
Pria itu dites terinfeksi monkeypox dan dipastikan positif pada hari Minggu, kata CDC, dan menambahkan bahwa dia saat ini dirawat di ruang isolasi di rumah sakit setempat.
Sebanyak delapan kontak berisiko rendah telah diidentifikasi dan telah diminta untuk menjalani manajemen kesehatan diri selama 21 hari, kata CDC.
CDC secara resmi menetapkan cacar monyet sebagai penyakit menular Kategori 2 pada 23 Juni. Penunjukan ini berarti bahwa dokter sekarang diharuskan untuk melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi atau diduga ke CDC dalam waktu 24 jam.
Taiwan melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada 24 Juni, kasus kedua pada 12 Juli, dan kasus ketiga pada 6 Agustus. Ketiganya adalah infeksi impor, dengan satu orang dengan virus kembali ke Taiwan dari Jerman dan dua kembali dari AS.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cacar monyet sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) pada 23 Juli.
Lebih dari 70.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 107 negara sejak infeksi pertama dilaporkan di Inggris pada pertengahan Mei, menurut CDC, yang mengatakan sebagian besar infeksi telah dilaporkan di Amerika dan Eropa.
Cacar monyet disebabkan oleh virus yang dapat menyebar melalui kontak dekat dengan hewan atau orang yang terinfeksi, dan penularan terjadi melalui kontak langsung dengan ruam, koreng, cairan tubuh, atau bahan yang terkontaminasi virus.
Cacar monyet biasanya menyebabkan demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening, kata CDC, dan mendesak para pelancong yang tiba di Taiwan untuk melaporkan gejala tersebut kepada personel bandara dan segera meminta pertolongan medis.





