Foto diambil dari Taiwan News.
Taiwan mengkonfirmasi 10 kematian dan 76 kasus COVID-19 lokal baru, dengan empat kasus impor, ujar Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) mengumumkan Sabtu (3 Juli).
Kota Taipei mencatat jumlah infeksi domestik baru tertinggi untuk wilayah mana pun untuk hari kedua berturut-turut, 48 secara keseluruhan, sementara Kota New Taipei mengonfirmasi 24 kasus. Kota Taoyuan mencatat tiga pasien baru dan Kota Hsinchu satu dan wilayah lain tidak melaporkan kasus baru.
Dari 76 kasus baru, 31 adalah laki-laki dan 45 adalah perempuan, menurut CECC. Pasien baru termuda berusia kurang dari lima tahun, yang tertua berusia 70-an.
Ada 10 orang yang meninggal, lima pria dan lima wanita dengan rentang usia 50 hingga 99 tahun. Semuanya mulai menunjukkan gejala antara 14 Mei hingga 20 Juni, didiagnosis sebagai pasien COVID antara 21 Mei hingga 30 Juni, dan meninggal antara 26 Juni hingga 2 Juli.
Empat kasus impor baru semuanya warga negara Taiwan. Mereka adalah seorang remaja laki-laki yang kembali dari Inggris, seorang pria berusia 20-an yang tiba dari Jepang, seorang wanita berusia 60-an yang kembali dari Amerika Serikat, dan seorang pria berusia 50-an yang kembali dari Kamboja.
Belum ada keputusan yang diumumkan apakah perpanjangan level 3 akan diperlukan.Wabah baru-baru ini di Pasar Huannan Kota Taipei dilaporkan telah menimbulkan kekuatiran apakah level 3 akan diakhiri tanggal 12 Juli, karena para pejabat telah menekankan pentingnya menghentikan penyebaran infeksi lebih lanjut.
Langkah-langkah level 3 termasuk larangan pertemuan di luar ruangan lebih dari 10 orang dan pertemuan di dalam ruangan lebih dari lima, serta wajib mengenakan masker di luar rumah.




