Foto diambil dari CNA.
Badan Kantor pengawasan pemerintah sedang melakukan survei untuk lebih memahami masalah dan tantangan yang dihadapi pekerja migran sector pengasuh domestik.
Survei online yang dilakukan oleh Legislative Yuan untuk mencari informasi tentang lingkungan kerja pengasuh yang tinggal di rumah dan alasan mereka mengajukan pindah majikan. Kerahasiaan peserta terjamin dan informasi yang dikumpulkan tidak akan dibagikan dengan lembaga pemerintah lainnya.
Baik pengasuh migran maupun mantan pengasuh migran diundang untuk menjawab kuesioner yang tersedia dalam bahasa Tagalog, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Jajak pendapat akan berlangsung hingga 31 Mei.
Menurut Kementerian Tenaga Kerja, Per Januari ada sekitar 208.513 pengasuh rumah tangga di Taiwan. Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan menetapkan bahwa pekerja tersebut tidak dapat mencari majikan baru atau beralih ke industri lain, sehingga menimbulkan ketidakpuasan atau merasa diperlakukan tidak baik oleh majikannya.
Pada bulan Januari, banyak yang demo menuntut masalah ini ditangani di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang hak-hak pekerja migran.
Kelompok buruh telah mengadvokasi kondisi kerja yang lebih baik dan hak untuk berganti majikan bagi pekerja rumah tangga, yang tidak berhak atas perlindungan di bawah Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan (UU Standar Ketenagakerjaan) dan upah yang tak pernah naik. Pekerja diberi pilihan sebelum mereka mendaftar perpanjangan kontrak di Taiwan dan mengizinkan mereka untuk berpindah pekerjaan, misalnya ke pabrik, akan mengubah sistem perawatan dalam jangka panjang, tulis NOWNews.





