Foto: 1955
Indosuara - Dalam beberapa waktu terakhir, ramai perbincangan di media Taiwan tentang orang yang mendaki gunung di tengah udara dingin dengan persiapan yang minim. Beberapa di antaranya adalah orang Indonesia yang kemudian berhasil mendapat pertolongan dari Polisi Taiwan.
Mengingat bahayanya hal ini, Layanan Aduan 1955 mengeluarkan kembali panduan menghadapi cuaca dingin bagi pekerja migran asing yang ada di Taiwan. Apalagi, dalam beberapa hari ke depan, cuaca di Taiwan terutama bagian Utara dipastikan masih akan diserang suhu dingin. Lantas apa yang harus dilakukan?
Menurut layanan aduan 1955 meski suhu udara rendah dan dingin kadang membuat sebagian orang tetap tidak bisa menghindari kewajiban untuk bekerja. Oleh karena itu sebagian dari kita tetap harus bekerja di luar ruangan dan harus melawan cuaca dingin. Dalam kondisi ini tentu jangan lupa mengenakan pakaian yang menjaga kehangatan.
"Pakaian, sepatu, topi, sarung tangan, dan penghangat tubuh lainnya," demikian tulis 1955.
Selain itu pastikan juga tidak hanya menggunakan satu lapis pakaian. Layanan aduan 1955 memperkenalkan metode berpakaian berlapis-lapis.
"Lapisan dalam untuk menyerap lembab dan keringat, lapisan tengah untuk menjaga kehangatan, lapisan luar untuk menahan angin dan air," demikian kata 1955.
Selai itu yang tak kalah penting adalah senantiasa memerhatikan kondisi kesehatan tubuh. Menurutnya, beristirahatlah jika merasa tidak enak badan dan cari bantuan medis jika diperlukan.
"Jangan mengonsumsi minuman beralkohol sebelum dan selama bekerja. Meminum air hangat atau minuman saat bekerja," ucap 1955.
Sementara itu mengutip pemberitaan di SETN suhu dingin akan semakin terasa terutama di tanggal 25 dan 26 Februari 2023. Dalam pengamatan cuaca, suhu di hari Kamis (23/2) memang diprediksi akan lebih hangat namun akan ada penurunan cuaca ekstrem di malam harinya.





