Foto: TVBS
Indosuara β Pada tanggal 16 Maret, sebuah insiden terjadi di sebuah SMP di Taoyuan di mana seorang siswi kelas dua jatuh dari lantai 5 dan saat ini sedang menjalani perawatan medis setelah operasi. Namun, ada laporan dari masyarakat bahwa ada sekelompok senior di sekolah tersebut yang telah melakukan bullying terhadap junior mereka dalam jangka waktu yang lama.
Seperti yang dilansir oleh TVBS, pihak Dinas Pendidikan Kota Taoyuan pada hari ini (18) menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada tanggal 16 Maret, hari di mana kegiatan pendidikan orangtua diadakan di sekolah. Siswi tersebut bertanggung jawab atas pekerjaan mendaur ulang sumber daya, saat itu terjadi perselisihan dengan siswa lain di sekolah, dan setelah intervensi pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut, orangtua siswi tersebut dihubungi untuk menjemputnya pulang. Namun, saat siswi tersebut kembali ke kelas untuk mengambil barang-barang, dia jatuh dari lantai 5.
Pihak sekolah mengakui bahwa ada beberapa siswa kelas tiga yang suka menciptakan masalah, tetapi tidak ada laporan dari orangtua tentang bullying tersebut. Pihak sekolah akan segera menyelidiki secara mendalam untuk memahami penyebab peristiwa tersebut. Dia segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat karena pendarahan di dalam kepala dan beberapa tulang patah. Saat ini, siswi tersebut sudah menjalani operasi dan masih dalam pengamatan di unit perawatan intensif.
Seorang orang tua siswa mengungkapkan bahwa ada sekelompok siswa kelas tiga di sekolah tersebut yang telah melakukan bullying terhadap siswa-siswa lainnya dalam jangka waktu yang lama, yaitu dengan cara menyergap dan terus-menerus mengganggu, bahkan merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke internet. Orang tua dari siswa yang menjadi korban bullying telah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada pihak sekolah, namun situasinya tidak kunjung membaik. Para pelaku bullying hanya mengalihkan target mereka ke orang lain dan melakukannya kembali dalam waktu sekitar seminggu. Bahkan, kabarnya ada korban bullying yang mengatakan, "Lebih baik mati daripada terus menderita akibat tindakan bullying."
Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah menjawab bahwa memang ada beberapa siswa kelas tiga yang sering menciptakan masalah, namun mereka tidak menerima laporan tentang bullying dari orang tua. Untuk memahami apakah kasus ini terkait dengan bullying di sekolah, hari ini sekolah telah membentuk tim investigasi yang akan segera mengklarifikasi kebenaran dari kejadian ini. Mereka juga akan terus memantau perkembangan pemulihan siswa dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga serta memberikan bantuan yang dibutuhkan.





