Foto : TVBS
Indosuara β Insiden serangan semprotan merica secara acak di MRT Taipei menghebohkan! Kemarin (25) sore sekitar pukul 5 sore, sekelompok siswi di pintu exit M8 MRT Taipei Main Station (ε°εθ»η«), tiba-tiba mencium bau pedas yang menusuk hidung, mereka mulai bersin-bersin dan batuk keras, berlangsung selama 10 menit, setelah kejadian itu mereka membagikan pengalaman mengerikan tersebut di platform media sosial, memicu perbincangan sengit di antara pengguna internet. Polisi MRT yang mendalami kasus tersebut menemukan bahwa seorang pria diduga secara acak menyemprotkan merica di dalam stasiun, saat ini sedang berupaya keras menangkap pelakunya, seluruh kasus akan ditangani sesuai hukum.

Foto : TVBS
Dilansir oleh TVBS, menurut informasi yang diperoleh, kemarin seorang siswi memposting di platform media sosial "Threads": "Benar-benar mengerikan, kami di pintu keluar M8 Taipei Main Station, ada seseorang yang meminta kami untuk mengisi kuesioner untuk mendapatkan hadiah, kami tinggal untuk membantunya mengisi, tapi ketika sedang mengisi, seseorang tidak tahu menyebarkan apa di udara, kami semua mulai batuk-batuk, bersin-bersin, berlangsung sekitar 10 menit sebelum kami merasa sedikit lebih baik, tenggorokan kami terasa pedas sekali, sangat menakutkan! Kami sama sekali tidak tahu apa itu, apakah beracun?"
Postingan ini langsung menjadi sorotan netizen setelah terungkap.
Pihak kepolisian MRT menyatakan bahwa setelah mengkaji rekaman CCTV lebih lanjut, mereka menemukan bahwa seorang pria diduga secara acak menyemprotkan merica di area perbelanjaan di dalam stasiun MRT Taipei. Tidak hanya itu, dia juga telah melakukan hal yang sama pada tanggal 17 bulan ini di platform Jalur Biru Taipei Main Station. Saat ini polisi sedang berupaya keras untuk menemukan pelaku tersebut.
Kepolisian MRT juga mengimbau bahwa perilaku menyemprotkan gas yang tidak dikenal secara sembarangan telah melanggar Pasal 50-1 bagian 2 Undang-Undang MRT Umum yang mengganggu operasi normal transportasi, listrik, atau sistem keamanan, dapat dikenakan denda antara NT$10.000 hingga NT$ 1 juta, dan akan dikenakan denda berdasarkan jumlah pelanggaran yang berbeda, serta Pasal 63 ayat 1 Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial bagian 4, "Orang yang membawa senjata berbahaya, bahan kimia, atau bahan berbahaya lainnya tanpa alasan yang sah dapat dijatuhi hukuman penahanan maksimal 3 hari atau denda maksimal NT$30.000 atau dikenakan hukuman pidana atas tindak pidana kekerasan.




