Foto : CT WANT
Indosuara — Kasus pasangan migran Vietnam yang diduga bersama-sama dengan 3 rekannya, menculik seorang pria Vietnam berusia 24 tahun, dan memeras sekitar 200 juta dong Vietnam (sekitar NT$ 258 ribu) dari ayahnya sebagai tebusan. Namun, sang pria meninggal karena kehabisan napas selama masa penahanan. Pasangan migran tersebut kemudian membuang mayatnya di kebun tebu.
Baru-baru ini, polisi berhasil menangkap pasangan utama, seorang pria berusia 31 tahun bernama Lai (黎), seorang wanita berusia 35 tahun bernama Nguyen (阮), serta tiga rekannya: seorang migran Vietnam berusia 35 tahun bernama Huang (黃), seorang migran Vietnam berusia 27 tahun bernama Wu (武), dan seorang pria berusia 27 tahun bernama Xu (許) yang bertanggung jawab menyewakan tempat tinggal.
Terhadap kelima tersangka, jaksa menganggap bahwa mereka memiliki dugaan yang serius, serta risiko bersekongkol untuk menghilangkan bukti dan melarikan diri. Oleh karena itu, pada hari ini (12), jaksa telah mengajukan permohonan penahanan kepada Pengadilan Distrik Yunlin (雲林地方法).
Dilansir oleh CT WANT, menurut informasi yang diperoleh, Lai adalah kekasih dari Nguyen. Sementara korban, seorang migran bernama Wu (武), adalah teman yang dikenal Nguyen melalui internet. Pada awal Maret tahun ini, Nguyen pertama-tama memperdaya Wu dari Taoyuan (桃園) ke Yunlin (雲林), di mana mereka segera memaksa Wu masuk ke dalam mobil dan menahannya, kemudian meminta tebusan kepada ayah korban melalui video call.

Foto : CT WANT
Namun, setelah ayah Wu membayar tebusan sekitar 200 juta dong Vietnam (sekitar NT$ 258 ribu) sesuai kesepakatan, para pelaku tidak membebaskan Wu. Mereka juga memindahkannya ke sebuah motel, dan menggunakan tisu untuk menyumbat mulutnya, serta merekatkan lakban di mata dan mulutnya, akhirnya menyebabkan kematian Wu karena kehabisan napas.
Setelah Lai dan Nguyen menemukan bahwa Wu telah tidak bernapas dan tidak ada lagi detak jantungnya, mereka kemudian membawa mayatnya ke sebuah kebun tebu di Distrik Baozhong, Kabupaten Yunlin (雲林縣褒忠), dan membuangnya untuk menghilangkan jejak. Setelah mendapat laporan, polisi segera menangkap kelima tersangka tersebut, termasuk pasangan migran, Huang (黃), Wu (武), dan seorang pria Taiwan bernama Xu (許), pada tanggal 10.
Setelah jaksa mengetahui bahwa mayat Wu telah dibuang di kebun tebu, mereka segera pergi ke lokasi tersebut untuk mencari. Namun, karena area tersebut terlalu luas, jaksa juga menggunakan excavator untuk menggali area tersebut secara luas. Setelah menggali selama dua hari, akhirnya pada sore hari kemarin (11), mereka berhasil menemukan jenazah Wu. Penyebab kematian yang pasti masih perlu ditentukan melalui pemeriksaan forensik.




