Foto diambil dari : UDN News
Seorang wanita di Kota Tainan dianiaya di dalam rumah oleh mantan pacarnya yang bermarga Chen. Meskipun dia menderita beberapa luka, korban mengira dia baik-baik saja dan melarikan diri ke Kaohsiung bersama putrinya yang berusia 10 tahun. Korban merasa tidak sehat dan dikirim ke rumah sakit pada tanggal 8 Juni 2022 malam, Polisi Cabang Zuoying mengetahui bahwa korban terluka parah oleh kekerasan dalam rumah tangga, dan penyelidikan dipindahkan ke Polisi Tainan melalui satu jendela untuk kasus cedera dan kekerasan dalam rumah tangga. Tanpa diduga, kondisi korban memburuk dan meninggal. Polisi Kaohsiung melaporkan kasus luka dan kematian ke Polsek Tainan untuk ditangani.
Diketahui bahwa wanita yang meninggal karena kekerasan dalam rumah tangga berusia sekitar 30 tahun. Pada 28 Mei 2022, dia dipukuli oleh mantan pacarnya yang bermarga Chen di kediamannya di Park Road, Distrik Tengah dan Barat, Kota Tainan. Setelah Chen melarikan diri dari TKP, korban berdiskusi dengan keluarganya, karena takut korban akhirnya melarikan diri dari kediamannya bersama putrinya yang berusia 10 tahun dan pindah ke Distrik Zuoying untuk tinggal sementara.
Setelah korban dipukuli oleh mantan pacarnya, dia pikir dia akan baik-baik saja setelah beberapa hari istirahat. Pada tanggal 8 Juni 2022, dia tiba-tiba merasa tidak enak badan. Kakak perempuannya menelepon 119 untuk melapor ke polisi dan melaporkan bahwa saudara perempuannya dipukuli oleh mantan pacarnya. Polisi sub-biro diberitahu dan korban dilarikan ke rumah sakit. Karena saudara perempuan korban tidak mengetahui proses KDRT terhadap saudara perempuannya pada saat itu, dan anak perempuan korban masih terlalu kecil, polisi pertama kali melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan luka-luka kepada polisi Subbiro Kelima Kota Tainan melalui satu jendela Tunggu sampai korban bangun sebelum membuat transkrip.
Polisi mencontohkan korban sempat terbangun sebentar dan memberitahu keluarganya tentang proses pemukulan tersebut. Polisi membuat catatan pada putri korban pada sore hari tanggal 9 Juni 2022. Tak disangka, pada pukul 10 tengah malam di tanggal 9, kondisi korban memburuk dengan cepat dan meninggal karena kegagalan beberapa organ. Polisi melaporkan sebagai kasus "cedera sampai mati" dan kekerasan dalam rumah tangga, dan membuat transkrip kedua dari gadis 10 tahun dan keluarganya.
Biro Polisi Zuoying menyatakan bahwa kasus tersebut terlihat di Tainan, dan kasus tersebut telah dipindahkan ke Polisi Cabang Kelima Tainan untuk penyelidikan.





