Foto diambil dari : LTN News
Xiaoya(nama samaran), seorang wanita berusia 20-an yang bekerja sebagai "gadis live" di Kota Taichung, tewas pada tanggal 20 Maret 2022. Pacarnya bermarga Liang menduga bahwa Xiaoya telah diperkosa oleh seorang peminum bermarga Lai, dan Liang bersama 9 temannya, pada tanggal 21 Maret 2022, Lai dipukul dan dipaksa untuk berlutut dan mengaku telah "memperkosa" (pelecehan seksual) Xiaoya.
Setelah Lai keluar dari rumah sakit kemarin (24 Maret 2022), dia mengatakan kepada polisi bahwa keduanya bersedia berhubungan seks, dan tanpa paksaan, namun Pengadilan Distrik Taichung percaya bahwa dia adalah pelakunya. Diduga bahwa Xiaoya bunuh diri karena malu telah diperkosa. Lai pun mendapat hukuman selama 10 tahun.
Lai pergi ke KTV untuk minum di tengah malam tanggal 20 Maret 2022. Melalui perusahaan live, dia mengundang Xiaoya (nama samaran) "gadis live" untuk menemani dia minum, setelah itu Lai dan Xiaoya pergi ke motel dan keduanya berpisah pada siang hari. Pada malamnya Xiaoya jatuh dari gedung pada jam 7 malam dan meninggal, selama otopsi pada tanggal 21 Maret 2022, teman wanitanya mengatakan pada jaksa bahwa Xiaoya jatuh dari gedung setelah diperkosa. Polisi pun mengumpulkan sampel untuk pengujian.
Namun, sebelum pemeriksaan oleh polisi, pada pukul 5 pagi tanggal 21 Maret 2022, pacar Xiaoya yang bermarga Liang, bersama dengan total 9 temannya, mencari seorang pria 24 tahun bermarga Lai di luar sebuah kedai di Distrik Xitun, Lai di pukul dan dipaksa untuk berlutut di trotoar dan mengaku melakukan kekerasan seksual, dan merekam video untuk diunggah di Internet. Di bawah paksaan itu, Lai mengaku "memperkosa" (menyerang secara seksual) Xiaoya, menyebabkan Xiaoya jatuh dari gedung.
Sembilan orang ditahan pada sore hari dan dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Taichung pada tanggal 22 Maret 2022 karena kejahatan mengganggu ketertiban.
Untuk kasus pelecehan seksual, setelah Lai keluar dari rumah sakit kemarin (24 Maret 2022), polisi langsung memanggilnya. Dia tidak menyangkal bahwa dia “berhubungan” dengan Xiaoya, tetapi dia berkata bahwa Xiaoya juga setuju dan tidak ada yang namanya "pemerkosaan" (menggunakan paksaan dan kekerasan), tetapi bukti menunjukkan bahwa Xiaoya mabuk berat pada saat itu, dan Lai melakukan kejahatan hubungan seksual secara sengaja. Kejaksaan Pusat percaya bahwa Lai melakukan pemaksaan, dan kejaksaan pun mengajukan penahanan.
Sepanjang undang-undang ini dilanggar, untuk penyerangan seksual yang menyebabkan korban mati karena malu, Pasal 226 KUHP mengatur bahwa itu adalah kejahatan dengan jangka waktu penjara lebih dari 10 tahun.





