Foto diambil dari : LTN News
Biro Kepolisian Nantou hari ini (6 April 2022) mengumumkan pendeteksian kasus penipuan di mana seorang TKA asal Vietnam bermarga Ruan menipu para pekerja migran. Selain menggunakan "biaya penanganan yang cepat, rendah, dan nilai tukar yang relatif menguntungkan" sebagai kedok penipuannya, ia juga menggunakan alasan masa pandemi, sehingga ia menyediakan layanan berbasis mengambil ditempat. Menurut bukti yang diperoleh polisi, para korban berada di daerah pusat seperti Taichung, Nantou, dan Changhua, dan keuntungan ilegal yang diperoleh setidaknya ada NT $ 2 juta.
Polisi mengatakan bahwa tersangka bermarga Ruan tinggal tanpa alamat tetap, dan taktik penipuannya cukup cerdik. Mengetahui bahwa situasi epidemi lokal di Taiwan sedang memanas baru-baru ini, dia berpura-pura menghindari risiko infeksi cluster, dan juga memberikan Layanan “collect at home” yang langsung mendatangi tempat kerja korban, asrama buruh migran dan tempat-tempat lain untuk mengumpulkan uang, yang membuat korban merasa sangat dipeduliin.
Setelah menerima laporan tersebut, Polsek Nantou segera membentuk satuan tugas khusus untuk melakukan penyelidikan secara aktif. Meski tersangka licik dan tidak dapat memiliki tempat tinggal tetap, namun ia tetap tidak bisa lepas dari jangkauan polisi. Setelah membandingkan dan menganalisis ratusan gambar CCTV, akhirnya tersangka bermarga Ruan, yang keluar untuk membeli sarapan, ditangkap di Kota Taichung.
Menurut penyelidikan, Tersangka marga Ruan memanfaatkan kelemahan sifat manusia dalam proses melakukan kejahatan, misalnya, nilai tukar dolar Taiwan dan dong Vietnam saat ini adalah sekitar 1 : 1,300, dan tersangka akan menawarkan diskon 1 : 1,500 ke sesama pekerja migran.
Kepala polisi Nantou Pan Shineng mengatakan bahwa wilayah di bawah yurisdiksi sub-biro meliputi Kawasan Industri Nangang, dan jumlah pekerja migran asing yang tertipu sekitar 6.400. Inspeksi sementara dan publisitas pencegahan kejahatan dilakukan di tempat tersebut, dan pekerja migran diingatkan bahwa jika mereka membutuhkan pengiriman uang lintas batas, mereka harus mencari tempat yang legal/jasa yang legal, untuk menghindari penipuan serupa.





