2022-09-28

Seorang TKA Melukai Temannya Saat Mabuk di Asrama Taichung

Foto diambil dari : UDN News

Pada tanggal 26 September 2022 malam, seorang pekerja migran asal Thailand bermarga Jie di Distrik Taiping, Kota Taichung diduga menusuk sesama pekerja migran bermarga Xi dengan pisau setelah minum-minum. Untungnya, pekerja migran bermarga Xi tidak terluka parah. Setelah melakukan hal tersebut Jie pun tertidur dan polisi akan mengintrogasinya setelah ia bangun.

Dijelaskan, pekerja migran bermarga Jie (33 tahun) itu sedang minum-minum sendirian di asrama pukul 10 malam, saat itu Xi ingin membuat mie instan dan Jie menegurnya, diduga tidak ada respon dari Xi, Jie melangkah maju dengan pisau dan menusuk Xi, menyebabkan luka sekitar dua sentimeter di perut kiri bawah Xi.

Polisi dilaporkan bergegas ke daerah itu dan mengirim keduanya ke rumah sakit. Pekerja migran bermarga Xi itu baik-baik saja setelah dibalut lukanya dan kembali ke asrama untuk beristirahat. Pekerja migran bermarga Jie itu tertidur lelap setelah tiba di rumah sakit karena terlalu mabuk, dan dia masih belum bangun di pagi hari.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

Berita Terbaru Lainnya

Perdana Menteri Menjamin UMR Taiwan akan Melebihi NT$30.000 Tahun Depan

Sembilan dari 10 pekerja migran yang mendapat penghargaan tahun ini hadir langsung dalam upacara Penghargaan Pekerja Teladan Nasional di Taipei pada hari Rabu. Foto diambil dari CNA. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan pada hari Rabu 29 April bahwa ia menjamin upah minimum bulanan Taiwan...

Seorang Pria Mandi di Kereta Lokal dan Menyebabkan Banjir di Gerbong

Foto diambil dari otoritas setempat. Seorang pria didenda karena mandi di kamar mandi kereta lokal Taiwan Railway Corp. pada hari Minggu 26 April, menyebabkan air tumpah ke dalam gerbong dan menyebabkan banjir. Seperti yang dilansir dari CNA, Focus Taiwan, kantor Polisi Kereta Api Taipei mengatak...

PMI Kaburan Melahirkan Bayi Kembar Prematur, Butuh Biaya NT$2,5 Juta

Foto diambil dari CNA dan Indosuara. Seorang pekerja migrant Indonesia (PMI) sebut saja Ninik (nama samara) harus menanggung beban biaya sebesar NT$2,5 juta untuk biaya persalinan kedua anak kembarnya yang lahir prematur. Tak hanya itu saja, bayi perempuannya harus dioperasi jantung dan kedua bayi...