Foto diambil dari : LTN News
Seorang supir laki-laki beristri bermarga Su diminta untuk menjemput seorang pekerja migran wanita lesbi. Saat diperjalanan supir mengajak wanita tersebut pergi ke luar untuk mengobrolkan tentang masalah perusahaan mereka. Dan supir tersebut membawa pekerja migran wanita itu kesebuah motel. Saat sampai, mereka beristirahat sejenak, tiba-tiba si supir mendorong pekerja migran tersebut dan mencoba untuk menyentuh bagian bawah wanita tersebut. Dan wanita tersebut berusaha untuk menyelamatkan dirinya, dia mengatakan pada Su bahwa dirinya sudah memiliki pacar(wanita) dan dia baru saja mengabari pasangannya dirinya belum pulang dan tidak dapat pergi. Su pun ketakutan dan berhenti melakukan aksinya.
Pada tanggal 15 Oktober 2019, Su kembali melakukan aksi yang sama dengan alasan yang sama juga karena pekerjaan. Mereka awalnya mengobrol disebuah restoran cepat saji di Tainan dan setelah itu Su membawa pekerja migran tersebut ke sebuah motel. Kemudian wanita tersebut setuju untuk tidur seranjang dengan Su namun tidur berpisah dikedua sisi ranjang, namun secara tiba-tiba Su berbalik badan dan kembali menyerang wanita tersebut dan kembali mencoba menyentuh bagian bawah wanita tersebut, Su pun mencoba mencium wanita tersebut.
Saat Su sadar wanita tersebut telah melakukan perlawanan, Su pun berhenti dan ketakutan akan dilaporkan ke polisi. Saat wanita tersebut ingin pergi Su terus meminta maaf kepada wanita tersebut, wanita tersebut mengatakan “kamu punya istri, bagaimana kamu bisa melakukan hal ini!”
Setelah kembalinya wanita tersebut kerumah Su mengirim SMS ke wanita tersebut dan terus meminta maaf, wanita tersebut pun sudah tak menghiraukannya.
Setelah kejadian tersebut, tanpa sadar wanita tersebut sering mengalami mimpi buruk dan tidak berani bertemu orang luar.
Akhirnya pada baru-baru ini, kasus ini ditelusuri dan laki-laki tersebut digugat dengan kasus penyerangan seksual. Su pun dihukum 3 tahun 4 bulan atas kasus ini.





