Foto diambil dari : LTN News
Seorang pria berusia 42 tahun bermarga Chen di Distrik Yangmei, Kota Taoyuan tinggal bersama ibunya yang berusia 65 tahun. Karena ibu Chen telah terbaring di tempat tidur untuk waktu yang cukup lama, Chen diduga merasa tertekan. Karena merawat ibunya dalam waktu yang panjang, Chen menjadi seorang pengangguran dan dirinya merasa tertekan akan hal tersebut, yang membuat dirinya membunuh ibunya.
Polisi menyelidiki bahwa pria bermarga Chen tinggal bersama ibunya di lantai 5 sebuah perumahan di Distrik Yangmei. Ayahnya telah meninggal, meninggalkan ibu Chen dan Chen hidup bersama, Chen merasa memilki tekanan ekonomi karena dirinya menganggur.
Chen berada di kamar kediamannya pada pukul 10:00 pagi tanggal 19 Februari 2022, dan memegang bantal untuk membunuh ibunya. Setelah ibunya meninggal, dia menelepon pamannya bahwa ia telah membunuh ibunya dan pamannya segera melaporkan kasus itu ke pihak polisi. Ketika polisi sampai ditempat kejadian, ibu Chen ditemukan jelas telah meninggal, polisi pun melakukan pengumpulan bukti ditempat kejadian dan membawa Chen ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Ketika Chen ditangkap, dia dicurigai mabuk, dan dia memiliki luka di kepalanya yang diduga percobaan bunuh diri. Menurut penyelidikan ibu Chen menderita stroke pada akhir November tahun lalu karena skoliosis. Setelah dirawat di rumah sakit, ibunya dirujuk untuk perawatan jangka panjang dirumah.
“Ekonomi keluarga Chen sangat buruk!” Menurut tetangga, Chen adalah satu-satunya anak dalam keluarga dan masih belum menikah. Dia awalnya memiliki pekerjaan tetapi kemudian tidak bekerja, karena harus merawat ibunya yang terbaring di tempat tidur rumah. Chen dan ibunya hanya bergantung pada uang asuransi ibunya dan uang pensiunan veteran yang ditinggalkan ayahnya. Keluarga ibu Chen akan secara rutin menjenguk keduanya, namun karena pandemi di Taoyuan akhir-akhir ini, keluarganya pun tidak datang. Paman Chen pun tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini.





