Foto diambil dari : Taiwan News
Seorang pria berusia 23 tahun bermarga Hsu (許) telah didakwa oleh Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan karena diduga menyalakan api yang membakar Pusat Distribusi Logistik Yangmei Carrefour Taiwan pada bulan Maret.
UDN melaporkan bahwa ketika pusat distribusi diresmikan pada Juli tahun lalu, itu menjadi pusat logistik pintar paling canggih di rantai ritel. Karena banyaknya makanan kering dan produk rumah tangga yang disimpan di gedung tersebut, ketika kebakaran terjadi pada pagi hari tanggal 14 Maret, api dengan cepat menjadi tidak terkendali.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan barang-barang tetapi juga menyebabkan setengah dari struktur bangunan runtuh. Warga di daerah tersebut juga terkena dampak dan meminta ganti rugi dari Carrefour.
Carrefour rugi sekitar NT$3,9 miliar (US$125 juta) akibat bencana tersebut.
Setelah berbulan-bulan penyelidikan, jaksa menyimpulkan bahwa kebakaran itu terjadi karena kelalaian. Mereka meminta pertanggungjawaban Hsu, dengan alasan bahwa dia gagal mematikan rokok setelah merokok di area penyimpanan palet pada pukul 6:58 hingga 7:07 pagi pada 14 Maret.
Sekitar pukul 07:16, palet mulai terbakar di sebelah tempat Hsu merokok.
Menurut UDN, Hsu mengaku merokok tetapi mengaku tidak ingat apakah dia mematikan rokok setelah diinterogasi. Dia mengatakan dia tidak berpikir bara api akan menyebabkan kebakaran seperti itu dan dia sendiri ketakutan.
Setelah meninjau rekaman kamera pengintai, jaksa menegaskan bahwa Hsu adalah satu-satunya perokok di tempat kejadian sekitar waktu kebakaran dimulai. Palet mulai terbakar dalam waktu 10 menit setelah Hsu pergi. Hsu didakwa karena kelalaiannya.





