Foto: UDN
Indosuara — Mayat seorang pekerja migran asal Indonesia ditemukan di sebuah rumah kuno di kecamatan Xilou, kabupaten Yunlin. Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi kedua terikat dengan asumsi awal mengalami penyiksaan, namun setelah menjalani pemeriksaan tahap awal, pihak polisi menduga meninggal mendadak, fakta kejadian kasus ini masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Menurut sumber informasi, rumah tempat ditemukannya mayat ini memang disewa oleh yang bersangkutan dan letaknya ada di pinggiran desa, biasanya dihuni oleh sekelompok orang. Namun tetangga juga tidak mengenal karena kendala bahasa.
Menurut warga, pada 15 Oktober masih terlihat sekelompok pekerja migran ini keluar-masuk rumah ini dan berangkat kerja, pada sore hari, yang bersangkutan meninggal dalam rumah tersebut, diduga teman-teman serumah kuatir akan tertangkap karena berstatus sebagai pekerja “hilang kontak” (ilegal), sehingga tidak berani melapor polisi.
Ada rumor bahwa almarhum disiksa hingga meninggal, akan tetapi di dalam rumah tersebut tidak didapati tanda-tanda kekerasan, kemudian juga mendapat informasi bahwa teman-teman almarhum mengikat tangan almarhum sesuai adat pemakanan setempat agar roh almarhum dapat kembali.
Polisi mengatakan, mendapat bantuan dari Imigrasi Yunlin untuk mendata identitas almarhum, telah dipastikan adalah pekerja migran asal Indonesia yang hilang kontak, di lokasi kejadian tidak ditemukan tanda-tanda tindakan kekerasan, tidak menutup kemungkinan almarhum meninggal karena meninggal secara mendadak, dan telah dilaporkan kepada kejaksaan setempat untuk menjalani otopsi.





