Foto diambil dari : Yahoo News
Seorang pria berusia 92 tahun di Sanxia, New Taipei, menderita penyakit kronis seperti demensia dan tekanan darah tinggi, serta penyakit kronis lainnya. Ia menduga bahwa ia diracuni oleh pekerja migran asing di rumahnya dan ia menikam pekerja asing tersebut dengan pisau dapur.
Setelah mendapatkan kabar ini ambulans dan polisi segera melaju ke tempat kejadian, dan staf medis segera membantu wanita asing itu membalut lukanya yang berlumuran darah dengan kepalanya yang dibalut kain kasa, ia pun segera dilarikan ke rumah sakit. Tak lama kemudian, lelaki tua berbaju putih diikat di tandu dan didorong ke bawah, ternyata dia adalah majikan dari pekerja asing yang ditikam tersebut.
Setelah menerima laporan, polisi datang ke tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti. Insiden itu terjadi di Distrik Tiga Ngarai, Xinbei pada dini hari tanggal 24 Mei 2022. Penyelidikan polisi menemukan bahwa pekerja migran asal Indonesia tersebut bertanggung jawab merawat kakek tua tersebut, namun kakek tersebut menduga PMI tersebut mencoba meracuninya sehingga ia pun mencoba menikam PMI tersebut.
Setelah interogasi polisi, pria berusia 92 tahun bermarga Chen dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik sesuai dengan surat percobaan pembunuhan, menurut penyelidikan PMI tersebut mengalami 40% kekerasan verbal, dan 17% kekerasan non verbal.
Lai Yanheng, kepala Divisi Hubungan Tenaga Kerja dari Biro Tenaga Kerja Pemerintah Kota New Taipei, mengatakan: "Kementerian Tenaga Kerja memberikan belasungkawa kepada pekerja migran hingga 100.000 NTD selama periode ketika ia terluka dan tidak dapat bekerja."
Ketika pekerja migran asing datang ke Taiwan, mereka tidak bisa berbicara bahasa mandarin dan tidak terbiasa dengan tempat tinggalnya. Selain itu, mereka tidak memahami hukum Taiwan dan sering menjadi terpinggirkan. Pemerintah mengatakan mereka akan memperkuat mekanisme bantuan agar pekerja migran dapat memiliki lingkungan kerja yang aman.





