Foto: Taiwan News
Indosuara -- Seorang pekerja migran asing yang bekerja di Taiwan diduga terinfeksi cacar monyet. Padahal, si PMA ini tidak punya riwayat bepergian jauh. Ia hanya bertugas menjaga seorang nenek dan pergi ke pasar.
Dikutip dari Taiwan News, kecurigaan atas infeksi cacar monyet dilihat dari gejala yang diidap PMA tersebut. Ia mendapatkan sejumlah benjolan yang kemudian menjadi bopeng. Tak berlama-lama, PMI ini lantas dirujuk ke sebuah rumah sakit di Taipei dan menjalani sejumlah tes. Hasilnya negatif. Ia sempat diopname dan mendapat perawatan isolasi. Namun karena tidak terbukti ia sudah diperbolehkan pulang. Hanya saja, fotonya kadung menyebar di media sosial dan membuat kekhawatiran.
Menanggapi hal ini, Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) Taiwan pada Kamis (20 April) membantah infeksi cacar monyet pada PMA tersebut. CECC bahkan menyebut hal ini rumor. Lo Yi-chun (羅一鈞), wakil direktur jenderal CDC, mengatakan CECC menghubungi Departemen Kesehatan Pemerintah Kota Taipei dan Rumah Sakit Memorial Mackay dan mengonfirmasi bahwa rumor tersebut tidak benar.
Lo mengatakan bahwa ketika individu (PMA ini) ditempatkan dalam isolasi, tes virusnya kembali negatif. PMA yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu diizinkan meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah pada hari yang sama.
Bertentangan dengan rumor internet, Lo mengatakan bahwa "Cacar monyet tidak dapat ditularkan dengan mudah. Misalnya hanya dengan berbelanja di pasar, berendam di sumber air panas, pergi ke gym, atau bersentuhan dengan seprai dan handuk hotel." Sebaliknya, Lo mengatakan bahwa cacar monyet hanya dapat ditularkan melalui kontak dekat orang-ke-orang, dengan sebagian besar kasus terjadi akibat kontak seksual.
CDC menyarankan masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan diri ketika pergi ke daerah endemik atau situs risiko domestik, dan menghindari kegiatan sosial di mana mereka mungkin memiliki kontak dekat dengan orang yang tidak dikenal. Jika lesi kulit muncul, seperti ruam, lecet, ruam makula, ruam makulopapular, pustula, dll, serta gejala yang dicurigai seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening (seperti seperti di sekitar telinga, ketiak, leher, atau selangkangan) dan gejala lain yang dicurigai, orang disarankan untuk memakai masker dan mencari pertolongan medis.
Silakan kunjungi situs web CDC Taiwan atau hubungi hotline pencegahan epidemi bebas pulsa 1922 (atau 0800-001922) untuk informasi lebih lanjut.





