Foto: RTI
Indosuara — Seorang PMA (Pekerja Migran Asing) perempuan asal Vietnam yang bermarga Ruan (阮姓) harus kehilangan bayi yang dikandungnya setelah melahirkan secara terpaksa di pinggir jalan di Kota Taoyuan pada tanggal 26 Desember 2023. PMA yang berstatus ilegal itu lantas mencari pertolongan ke sebuah perusahaan upacara pemakaman di Banqiao, Kota New Taipei. Tragisnya, jenazah bayi yang baru dilahirkannya harus ia bawa sendiri dengan tas yang ia jinjing.
Dikutip dari Radio Taiwan Internasional menyatakan Ruan akhirnya sampai ke perusahaan acara pemakaman yang ia tuju. Namun si pengusaha yang diketahui bernama Qiao-ben (阮橋本), terkejut ketika menemukan jasad bayi dalam tas tersebut, ia pun segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.
Polisi yang datang ke lokasi menemukan bahwa Ruan telah melahirkan bayi yang telah meninggal. Di kala itu, tubuh Ruan sangat lemah dikarenakan ia baru saja melahirkan anaknya. Petugas polisi yang melihat kondisi Ruan pun langsung memberinya sup ikan, untuk memulihkan kekuatannya.
Petugas kepolisian juga berencana mengumpulkan dana untuk membantu Ruan pulang kembali ke negaranya, termasuk biaya perjalanan dan biaya pengeluaran hidup. Ini membuatnya sangat berterima kasih.
Bos perusahaan pemakaman yang ditemui Ruan untuk meminta pertolongan menyatakan akan membantu mengurus pemakaman anak Ruan di Taiwan. Ia juga telah meminta pejabat imigrasi untuk memberikan ketenangan pikiran kepada Ruan.
Petugas dari Kantor Kepolisian Haishan menerima laporan dari perusahaan upacara pemakaman di Jalan Changjiang, Banqiao. Mereka menerima laporan tentang seorang PMA bermarga Ruan yang melahirkan bayi yang telah meninggal dan tengah mencari bantuan.
Saat tiba di lokasi, polisi memastikan bahwa Ruan adalah seorang pekerja migran yang hilang kontak (kaburan). Ruan sempat memeriksa kondisi janin pada tanggal 22 Desember 2023, di salah satu klinik kebidanan di Kabupaten Hsinchu. Klinik tersebut pun memberikan sertifikat dokter yang menyatakan bahwa janin di dalam perut Ruan telah meninggal. Klinik bersangkutan juga telah menjadwalkan prosedur pengangkatan janin Ruan pada tanggal 26 Desember 2023. Namun sayangnya, Ruan malah melahirkan bayi yang sudah meninggal tersebut di pinggir jalan pada pagi hari tanggal 26 Desember 2023.
Ruan yang panik, ingin menguburkan bayinya dengan layak. Setelah mencari tahu melalui internet, Ruan memutuskan untuk mencari pemilik dari perusahaan pemakaman di Banqiao, Kota New Taipei.
Berdasarkan informasi yang ia baca, sang pemilik perusahaan pemakaman di Banqiao tersebut sering kali membantu orang-orang yang kesulitan untuk melangsungkan upacara persemayaman hingga pemakaman. Ruan akhirnya berangkat dari tempatnya di Zhongli, Taoyuan, sambil membawa tas yang berisikan jenazah bayinya menuju Banchiao.
Polisi lalu menghubungi klinik kebidanan yang sempat dikunjungi Ruan di Kabupaten Hsinchu. Namun, pihak klinik menyampaikan bahwa mereka tidak bisa mengeluarkan sertifikat kematian.
Kantor Kejaksaan New Taipei kemudian meminta polisi untuk menyimpan bayi Ruan yang telah meninggal di dalam lemari es jenazah, dan akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.





