Foto: Taiwan News
Indosuara — Seorang wanita di Taipei jadi korban perampokan pada siang hari, Selasa (9/1/2024). Dua tersangka berhasil menggasak uang tunai NT$2,3 juta. Kejadian ini terjadi di Distrik Zhongzheng Kota Taipei, lapor CNA. Polisi menerima informasi dan menangkap mereka pada Rabu (10 Januari) dan menyita lebih dari NT$280.000.
Dikutip dari Taiwan News, selama konferensi pers yang diadakan oleh Kantor Polisi Pertama Zhongzheng Departemen Kepolisian Kota Taipei pada hari Kamis (11 Januari), ketua tim investigasi Hsieh Kun-tsai (謝昆材) mengatakan mereka menerima laporan tentang seorang korban perempuan, bermarga Huang (黃), dirampok di Bagian 1 Jalan Selatan Chongqing. Setelah polisi membentuk satuan tugas khusus dan meninjau rekaman pengawasan, mereka mengidentifikasi tersangka sebagai seorang pria berusia 33 tahun yang bermarga Sun (孫) dan seorang pria berusia 36 tahun yang bermarga Tsai (蔡).
Selama penyelidikan, diketahui bahwa Sun berpura-pura menanyakan arah kepada Huang, sementara Tsai memanfaatkan gangguan tersebut untuk merebut tas tersebut. Seluruh proses memakan waktu kurang dari 10 detik. Kedua tersangka kemudian naik taksi ke persimpangan dekat Distrik Sanchong Kota New Taipei, sebelum berpisah. Yang satu mengendarai mobil dan yang lainnya mengendarai skuter, diduga berusaha membuat breakpoint dan menghindari kejaran polisi.
Sun mengambil NT$2 juta dan Tsai mengambil NT$300.000, lapor SETN. Hanya NT$280.000 yang tersisa untuk disita oleh polisi karena Sun dilaporkan menggunakan sebagian dari uang curian tersebut untuk membayar utangnya.
Setelah polisi melacak rute pelarian kedua tersangka, mereka mengirim petugas ke tempat tinggal sewaan di Distrik Sanchong dan Distrik Zhonghe pada hari Rabu untuk menangkap para tersangka. Berdasarkan penyelidikan, kedua pria tersebut mengetahui dari seorang temannya bahwa korban akan membawa sejumlah besar uang tunai ke bank dan menyusun rencana untuk merampok wanita tersebut.
Polisi, berdasarkan dugaan "Pengambilan Mendadak" (搶奪罪), juga dikenal sebagai pencurian, telah memindahkan Sun dan Tsai ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk penyelidikan lebih lanjut dan meminta penahanan mereka.
Huang mengatakan kepada polisi bahwa dia bekerja sebagai sekretaris, dan uang tunai tersebut dimaksudkan untuk membayar uang muka. Namun, dia tidak merinci untuk apa pembayaran tersebut.
Polisi tidak menutup kemungkinan kejadian tersebut ada kaitannya dengan perselisihan internal suatu kelompok tertentu, yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan istilah “black feeding black”. Kasus tersebut telah dilaporkan ke jaksa untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kantor Polisi Pertama Zhongzheng menyarankan orang-orang yang menarik uang dalam jumlah besar untuk mengajukan permohonan perlindungan polisi. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati membawa barang berharga.





