Foto diambil dari : Daily Apple Taiwan
Pada tanggal 6 Maret 2022, seorang perawat dipukuli oleh seorang pasien tanpa alasan. Menurut Daily Apple News, kekerasan medis ini terjadi sekitar pukul 4 sore kemarin (6 Maret 2022), seorang pria bermarga Cai (75 tahun) menderita kanker darah, diduga mengalami halusinasi setelah disuntik morfin untuk menghilangkan rasa sakit, dia mengambil stand infus dan tiba-tiba menyerang perawat wanita bermarga Shi (berusia 30-an), menyebabkan beberapa memar pada tubuh Shi dan patah tulang jari kanannya.
Diketahui bahwa Cai, yang menderita kanker darah, dirawat di bangsal kanker Rumah Sakit Tamsui Mackay pada awal Februari. Pada pukul 4 sore kemarin, Cai sedang makan di bangsal, sementara Shi kebetulan sedang berkunjung ke bangsal. Pertama, dia memperkenalkan dirinya kepada Cai. Ketika wanita itu membelakangi Cai dengan tangan melingkari leher dan kakinya, dia dengan panik menyerang Shi.
Shi segera berteriak minta tolong. Dengan bantuan rekan-rekan lain di rumah sakit dan penjaga keamanan, Shi diselamatkan. Shi dikirim ke unit gawat darurat untuk perawatan. Dia menderita beberapa memar dan patah tulang di jari kanannya, kemudian rumah sakit melaporkan kasus tersebut ke polisi setempat. Setelah menerima laporan, polisi segera pergi ke tempat kejadian untuk menyelidiki dan Shi juga mengajukan tuntutan hukum cedera terhadap Cai.
Biro Kesehatan Kota New Taipei menyatakan bahwa, setelah berkonsultasi dengan rumah sakit, pasien diduga memiliki gejala delusi dan menyerang perawat, menyebabkan beberapa patah tulang di tangan perawat. Menanggapi insiden cedera kekerasan pada staf perawat, pelaku telah melanggar hukum. Pemerintah kota meminta kejaksaan untuk menyelidiki pelaku dan meminta pertanggungjawaban pidana atas kasus tersebut. Hukum akan ditindak tegas dan rumah sakit akan memperkuat, keamanan dan perlindungan hak dan kepentingan perawat medis.





