Foto diambil dari CNA.
Kabupaten Hualien pada hari Rabu kemarin mengumumkan delapan kasus baru infeksi COVID-19, semua kerabat nenek diidentifikasi sebagai kasus 13195, sehingga jumlah total orang yang dikonfirmasi dalam keluarga menjadi 13.
Kedelapan orang tersebut adalah ibu mertuanya, putri kedua dan ketiganya, serta lima kerabat lainnya dari suami putri keduanya, termasuk seorang bocah lelaki berusia tiga tahun.
Karena putri kedua bekerja di hotel dan dua kerabat suaminya bekerja di pabrik semen, total 99 orang yang melakukan kontak dengan mereka telah dikarantina, kata Direktur Biro Kesehatan Kabupaten Hualien Chu Chia-hsiang (朱家祥).
Hingga Rabu, jumlah total infeksi COVID-19 di Kabupaten Hualien adalah 65.
Keluarga akan didenda, mengingat infeksi klaster dalam keluarga disebabkan oleh kegagalan untuk mematuhi aturan anti-pandemi yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, termasuk tidak ada pertemuan di dalam ruangan dan menjaga jarak sosial setelah pemberlakuan pembatasan Level 3 secara nasional, ujar pejabat Kabupaten Hualien Hsu Chen-wei (徐振蔚).
Sesuai dengan Undang-Undang Pengendalian Penyakit, pelanggar menghadapi denda NT$60.000-$300.000 (US$2.170-$10.848).
Sepuluh anggota keluarga lain yang baru-baru ini ditangkap polisi sedang mengadakan barbekyu bersama juga akan didenda, tambahnya.
Pemerintah kabupaten siap untuk mengambil langkah-langkah baru untuk memerangi penyebaran COVID-19 dengan melakukan lebih banyak pengujian di tiga desa di Sioulin, tempat klaster keluarga diidentifikasi, kata Hsu.
Sementara itu, pemerintah Kota Taoyuan melaporkan 14 kasus yang ditularkan di dalam negeri, termasuk enam dari klaster yang diketahui.
Dua dari enam kasus yang baru dikonfirmasi dalam infeksi cluster Taoyuan termasuk putri pemilik toko mie, dan ayah mertua pemilik toko.
Pemilik toko mie, istri dan dua karyawannya dipastikan mengidap penyakit itu pada Selasa, kata pemerintah kota.
Empat kasus lainnya berasal dari sebuah klaster di sebuah pabrik di Distrik Guishan pada akhir Mei, setelah kota itu menguji hampir 200 karyawan di sana dua hingga tiga kali.
Sebanyak 26 kasus COVID-19 telah dikaitkan dengan pabrik di Guishan, lebih dari setengahnya adalah pekerja asing.




